Jumat, 24 April 2015

Manfaat Ikan Gabus

10 Manfaat Ikan Gabus Untuk Kesehatan

Manfaat ikan gabus untuk kesehatan sangat fenomenal, hal ini dikarenakan kandungan protein pada ikan ini salah satu yang paling tinggi dibandingkan berbagai daging ikan lainnya. Ikan gabus banyak terdapat di perairan di Indonesia, sebab ikan jenis ini lebih banyak hidup di sungai, danau maupun rawa. Sekilas bentuk ikan gabus hampir  mirip dengan ikan lele. Perbedaan yang paling gampang diamati adalah ikan gabus tidak memiliki surai atau kumis. Warnanyapun tak segelap ikan lele. Ikan gabus juga sama sama dapat bertahan hidup di darat, dalam tempo yang cukup lama, sebab ikan gabus diketahui dapat bernafas secara langsung dengan udara luar. 
ikan gabusJika ikan gabus ini hidup di sebuah tempat yang kebetulan airnya berkurang hingga cenderung kering, maka dapat Anda lihat ikan gabus ini akan membenamkan dirinya ke dalam lumpur tempat itu. Ini sebagai upaya agar dapat tetap hidup. Atau Tak jarang ikan gabus ini dapat juga berpindah tempat , terutama di malam hari yang dilakukan dengan cara melompat lompat di darat.
Banyak sekali manfaat yang dapat Anda peroleh dengan mengkonsumsi daging ikan gabus. Kelebihan dan manfaat Ikan gabus adalah :
1. Pembentukan & Pertumbuhan Otot
Ikan gabus Mengandung kandungan protein yang lebih tinggi dibanding kadar protein yang terdapat pada ikan lele maupun pada ikan mas / nila. Namun masih setara dengan kandungan protein yang terdapat pada ikan bandeng. Dari 100 gram ikan gabus Anda dapat memperolah 25,2 gram protein. Coba Anda bandingkan dengan kadar protein untuk  per 100 gramnya  yang terdapat pada ayam yang hanya 18,2 gram, pada daging sapi hanya 18,8 gram, maupun telur yang hanya 12,8 gram. Kandungan protein yang tinggi akan menguntungkan Anda sebab akan banyak membantu dalam proses pembentukan otot pada tubuh Anda.
2. Mempercepat Penyembuhan Luka
Daging ikan gabus juga banyak mengandung albumin dalam kadar yang sangat tinggi. Perlu Anda ketahui bahwa albumin adalah salah satu jenis protein yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka pada tubuh Anda.
3. Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh
Zat albumin juga berfungsi untuk menjaga kestabilan regulasi cairan dalam tubuh. Jika kondisi tubuh Anda kadar cairan berkurang, maka protein yang masuk dalam tubuh Anda akan pecah sehingga tak dapat berfungsi secara normal. Kandungan normal albumin dalam tubuh mencapai 60%.
4. Sehat untuk pencernaan
Ikan gabus mempunyai struktur daging yang lebih empuk, anda tidak perlu mengkhawatirkan pencernaan karena ia sangat mudah di cerna. Hal ini karena ikan gabus memiliki protein kolagen yang lebih rendah dibanding kadar protein yang terkandung pada daging ternak darat lain. Hanya 3% hingga 5 % dari total kandungan protein kolagen .
5. Penyembuhan berbagai penyakit
Dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit seperti penyakit  hepatitis, Infeksi paru, typhus, diabetes, stroke, dll
6. Memperbaiki gizi buruk
Dapat memperbaiki gizi buruk yang banyak terdapat pada bayi , balita , anak maupun ibu hamil karena dalam 100 gr gabus saja sudah sangat cukup memenuhi berbagai kebutuhan gizi yang sangat penting untuk kesehatan terutama untuk bayi.
7. Membantu penyembuhan anak autis
Ikan gabus memiliki kandungan yang dapat berfungsi untuk membantu penyembuhan pada pengidap autis.
8. Mempercepat penyembuhan luka pasca operasi
Ikan gabus dapat mempercepat proses penyembuhan pada luka pasca operasi.  Ini karena kandungan albumin yang tinggi pada ikan gabus, sehingga secara cepat dapat membantu proses pembentukan sel  dan jaringan baru pada bagian tubuh Anda  yang telah rusak akibat proses operasi..
9. Membantu mengatasi pembengkakan di tubuh
Selain untuk penyembuhan luka, kandungan albumin dalam ikan gabus yang cukup tinggi juga dapat membantu mengatasi pembengkakan yang terjadi di tubuh Anda.
10. Meningkatkan daya tahan tubuh
Anda yang ingin daya tahan tubuh lebih baik ? jangan lupa konsumsi ikan gabus secara rutin, konsumsi ikan ini akan membuat tubuh Anda tidak mudah terserang berbagai penyakit akibat perubahan cuaca maupun karena faktor lain.

Kandungan Gizi Ikan Gabus

Dari penelitian di laboratorium diperoleh bukti bahwa dari 100 gram ikan gabus mengandung berbagai kandungan gizi  seperti :
  • Kalori : 69    kalori
  • Protein : 25,2 gram
  • Lemak : 1,7 gram
  • Besi : 0,9 miligram
  • Kalsium : 62   miligram
  • Phospor : 76   miligram
  • Vit.A : 150  miligram
  • Vit.B : 0,04 miligram
  • Air : 69  gram
Kandungan gizi inilah yang membuat manfaat gabus sangat baik bagi anda yang ingin meningkatkan gizi janin atau pun ibu hamil, anak, hingga orang dewasa. Gabus memiliki tekstur daging yang sangat lembut dan sangat enak disantap dengan berbagai hidangan. Konsumsi gabus secara rutin akan memberikan dampak bagi kesehatan anda.

Advertisement

Kamis, 23 April 2015

budidaya durian Bawor

SELASA, 01 JULI 2014

Budidaya Durian Bawor

Suatu Pilihan Yang Sangat Tepat Anda Memimilih Mem-Budidayakan Durian Bawor, alasanya kenapa? 
karena memang saat ini permintaan Buah Durian Bawor sangat tinggi, dan harga per Kg nya pun cukup tinggi berkisar Rp 25.000-35.000 per Kg di tingkat Konsumen. 

Coba anda BAYANGKAN dan RASAKAN jika anda mempunyai 100POHON DURIAN BAWOR 1pohon menghasilkan 150kg dikalikan harga terendah Rp 25.000=Rp 3.750.000 PER POHON, tadi anda mempunyai100POHON..heeemm suatu POTENSI PENGHASILAN yang CUKUP FANTASTIS BUKAN?












Sehingga suatu pilihan yang sangat tepat untuk membudidayakan jenis durian bawor ini, Tanaman durian bawor ini dapat tumbuh di dataran rendah atau tinggi, Tanaman durian ini  tumbuh optimal pada ketinggian 50-750M diatas permukaan air laut. 

Tanaman ini menyukai daerah yang beriklim basah atau tempat-tempat yang banyak turun hujan. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhannya yaitu tanah yang cukup lembap, subur, gembur, tak bercadas, dan kedalaman air tanahnya  lmin 2 m dan PH tanah 6-7.

PENYIAPAN LAHAN PERTANAMAN
Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tumbuhan dan gulma dengan cara mekanis atau kimiawai, tebang juga tanaman keras yang mengganggu masuknya sinar matahari. Pembukaan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, sehingga pada awal musim hujan sudah bisa dilakkan penanaman.
Di lahan seluas satu hektare (ha), para petani bisa menanam hingga 100 pohon dengan jarak tanam 10x10m. Setelah mencapai umur TIGA-EMPAT th, durian ini bisa mulai dipanen. Satu pohon bisa menghasilkan 100 kilogram (kg) buah, dengan berat rata-rata satu buahnya mencapai 3-5 kg. Harga Buah Durian Montong di Pasaran bisa mencapai 25.000-30.000 per/kg.

LUBANG TANAMBuat lubang berbentuk bujur sangkar ukuran 50 atau 100cm. disesuaikan dengan Besar kecilnya ukuran Bibit.  Tanah galian di campur dengan pupuk kandang matang 20kg, 2-3genggam tangan dolomit, 2sendok insektisida,  kemudian tanah masukan kembali. Biarkan selama 1 minggu sebelum bibit di tanam.

JARAK TANAMJarak tanam Ideal  10 x 10 Meter, minimal 8x8m.

 PENANAMANPenanaman ideal adalah pada awal musim hujan. Gali lubang sesuai dengan ukuran polibeg. lepas polibeg menggunakan cutter atau silet usahakan tanah yang di polibeg jangan sampai lepas. Masukan bibit kurang lebih sedalam 20 cm, lalu timbun dengan tanah setinggi leher akar kemudian Siram air secukupnya.

PEMELIHARAANBiaya perawatan/Pemeliharaan  kebun durian ini berkisar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 setiap pohon per tahun.
1. PengairanPengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanam berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman   dikurangi  dan penyiraman paling baik pada pagi hari.

2. PemangkasanPemangkasan dilakukan terhadap tunas-tunas air, cabang atau rantingnya yang sudah mati dan terserang hama   penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Pemangkasan juga bertujuan untuk membentuk tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m pucuk tanaman dipangkas.

3. PemupukanPemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke – 3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi.  pemupukan pupuk kandang dilakukan 3 kali dalam setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan memutar sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman.
Dosis pupuk kandang yang dianjurkan tergantung umur tanaman, misalnya 50 kg / pohon ( umur 1 tahun ), 70 kg / pohon ( umur 2 tahun ), setiap tahun dosis di tingkatkan hingga mencapai 300 kg / pohon pada umur 10 tahun. Sedangkan pupuk anorganik dianjurkan menggunakan NPK.

 4. Merangsang Pertumbuhan BungaPertumbuhan bunga pada tanaman durian dapat dirangsang selain dengan penggunaan pupuk NPK, juga dapat dilakukan dengan memberikan hormon tertentu seperti yang dilakukan di Malaysia dan Thailand. Zat yang bisa di berikan antara lain adalah : Paclobutrasol, zat ini sebenarnya menghambat pertumbuhan daun dan merangsang pertumbuhan bunga. Karena itu bila di berikan secara tepat juga bisa meningkatkan produksi durian.

5. Pengendalian Hama Penyakit
1. Penggerek BatangKerusakan : menyerang dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting tanaman durian. Serangannya di tandai dengan kotoran dan cairan berwarna merah dari bekas kayu yang di makan oleh penggerek tersebut, akibatnya tanaman menjadi layu, daun – daun menjadi kering dan rontok akhirnya tanaman bisa mengalami kematian.
Pengendalian :
a. Menjaga sanitasi kebun
b. Menutup bekal lubang penggerek dengan kapas yang sudah di beri insektisida sismetik.
c. Memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang.
d. Meninjeksi tanaman dengan insektisida sismetik melalui akar atau dahan.


2. Penggerak Buah ( Tirathaba ruptilinea, hypoperigea leprosticta, dan Dacus dorsalis )Kerusakan : menyebabkan buah menjadi busuk dan kerulat dan akhirnya rontok, buah yang terserang umumnya tidak bisa di makan. Tirathaba ruptilineaemerusak dengan melubangi kulit durian sampai daging dan bijinya. Hypoperigea Leprosticta melubangi buah durian untuk mencari makan sehingga buah busuk dan rontok, dan Dacus dorsalis menyerang buah durian dengan cara menyuntikan telurnya ke dalam kulit buah sehingga menyebabkan kebusukan dan kerontokan.
Pengendalian :
a. Menyemprotkan Insektisida sisitemik sejak buah berumur satu minggu dengan dosis dan interval sesuai petunjuk di    kemasan.
b. Menggunakan perangkap yang berbahan aktif methyl eugenol seperti M – antraktan.

6. PemanenanWaktu panen berbeda tergantung jenis varietas.jenis monthong sekitar 125 – 135 hari setelah mekar. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna setelah empat bulan setelah mekar. Waktu petik berdasar tanda – tanda fisik, missal ujung dari coklat tua, garis – garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul.
Cara penen dengan memetik atau memotong buah dipohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah.

Selasa, 21 April 2015

cara menanam selada

Memulai Menanam Selada Hidroponik untuk Pemula

Hidrafarm kali ini mengupas tentang selada hidroponik dan bagaimana cara membuat rakit apung untuk menanam selada hidroponik untuk pemula. 

Selada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad. Produksi selada dunia diperkirakan sekitar 3 juta ton,yang ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan.

Selama ini, selada dimanfaatkan sebagai sayuran daun untuk salad dan disebut-sebut sebagai rajanya salad karena teksturnya yang sangat halus. Daun selada dikonsumsi secara mentah dan dapat ditemukan dalam salad atau hamburger. Penulis sendiri lebih senang mengkonsumsi selada sebagai lalapan teman makan sambal.

Selada memiliki beberapa jenis varian, namun yang dikenal secara luas hanya 5 jenis saja. Mereka adalah butterhead (Boston), selada cina, crisphead (Iceberg), looseleaf, Romaine, dan Summer Crisp (Batavia).



Selada cocok ditanam untuk dataran rendah - tinggi, daun berbentuk oval keriting, warna daun hijau segar, panen 30 - 40 HST, produksi mencapai 10 sampai 15 ton/ha.

Langkah-langkah menanam selada hidroponik adalah sbb:
    Buatlah bak penampungan air dari kayu, kemudian berilah lapisan plastik untuk menampung air agar tidak mudah bocor!

        Buatlah penutup bak hidroponik dengan styrofoam (gabus) yang dilubangi dengan diameter lebih kurang 5 cm! Lubang ini yang nantinya digunakan sebagai tempat menaruh netpot selada.

          Sehingga jika tutup styrofoam diletakkan dalam bak akan tampak seperti berikut.
          Setelah selada disemai, dan sudah muncul daun dan akar, selada dimasukkan ke dalam netpot. Kemudian netpot dimasukkan ke dalam lubang styrofoam.
          Berikut desain dan ukuran membuat tempat menanam selada hidroponik dengan rakit apung.

          Senin, 20 April 2015

          sambung pucuk

          TIPS Membuat Bibit Sambung Pucuk (Cleft Grafting)







          Salah satu bibit klonal (bibit yang diperbanyak secara vegetative) tanaman buah yang sering dibuat oleh penangkar bibit adalah bibit sambung pucuk, yaitu bibit yang dibuat dengan cara menyisipkan entres batang atas dari pohon indukan terpilih ke batang bawah lokal yang dipotong pada ketinggian tertentu dan dibelah pada bagian tengah atau bagian samping batangnya. Batang bawah biasanya merupakan bibit yang ditanam dari biji (seedling).






          Beberapa alasan mengapa bibit tanaman buah dibuat dengan cara sambung pucuk (cleft grafting / top grafting) : lebih mudah dilakukan saat batang bawah berumur masih cukup muda tanpa perlu menunggu batang bawah berumur cukup tua sehingga lebih efisien dari sisi waktu penyiapan batang bawah (root stock), pertumbuhan entres yang relatif lebih cepat dibanding cara okulasi (tempel mata), lebih efisien dalam pemanfaatan jumlah entres dibanding bibit sambung susuan, dan pertumbuhan bibit yang lebih vigor dibanding bibit okulasi pada kondisi lingkungan pertumbuhan tanaman yang sama

          Agar persentase keberhasilan pembuatan bibit sambung pucuk meningkat, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :

          1. Pilih batang bawah dengan pertumbuhan yang sehat, seragam, dan vigor yang bagus, dengan diameter batang minimum 5 milimeter. Semakin sehat dan semakin vigor pertumbuhan batang bawah, persentase keberhasilan penyambungan akan semakin tinggi. Jika batang bawah terlihat kurus, kurang sehat, pertumbuhannya lambat, segerakan untuk repotting dengan menanamnya ke dalam polybag dengan ukuran yang lebih besar dan dengan menambahkan media tanam baru yang subur dan biarkan tumbuh sehat setidaknya sebulan sebelum siap untuk disambung

          2. Gunakan silet baru (dipatah menjadi 2 bagian yang masing-masing mempunyai bidang yang tajam) untuk menghasilkan bidang iris yang halus tanpa serat , sekaligus menghindari memar batang akibat penggunaan pisau yang lebih tebal. Jika batang bawah terlanjur membesar, gunakan pisau tipis yang tajam dan terbuat dari bahan stainless steel. Selalu bersihkan silet/pisau sehabis dipakai dengan cara dicelupkan ke dalam air bersih (atau larutan alkohol) dan langsung dikeringkan dengan lap kain bersih agar getah yang menempel hilang. Pisau dengan getah yang menempel akan membuat bidang sayatan menjadi tidak rata dan berserat sehingga mengurangi bidang sentuh antara entres dengan batang bawah yang akhirnya akan mengurangi tingkat penyatuan (kompatibilitas) saat penyambungan berlangsung

          3. Pilih entres dengan ukuran diameter yang sama besar atau sedikit lebih kecil dibanding diameter batang bawah, untuk mendapatkan bidang lekat yang sama baiknya. Jika entres berukuran lebih kecil, sisip dan posisikan entres pada salah satu sisi, sisi kiri atau sisi kanan saja, bukan tepat di tengah batang bawah. Dengan menempelkan entres yang lebih kecil di satu sisi saja, maka penyatuan kambium entres dengan kambium batang bawah pada sisi yang ditempelkan akan berlangsung semakin baik sehingga mampu meningkatkan persentase keberhasilan penyambungan

          4. Jika diameter batang bawah berukuran jauh lebih besar dibanding diameter entres, belah batang bawah pada bagian sisi dekat kulit batang untuk mendapatkan bidang tempel yang mendekati ukuran diameter entres (sambungan berada di bagian sisi samping). Kulit dan kayu batang bawah yang dibelah di bagian sisi samping setidaknya akan berukuran lebih sempit dibanding jika yang dibelah adalah di bagian tengah batang bawah. Jangan lupa, lekatkan di salah satu sisi saja (kiri atau kanan saja) untuk menyatukan kambium batang atas dan batang bawah. Jika ukuran bidang iris di bagian samping ternyata sama besar, maka kemungkinan keberhasilan penyambungan juga akan semakin besar.

          Persiapan entres pucuk yang dirompes daunnya 2 minggu sebelum ditempelkan





          Tunas di ketiak daun yang bunting 2 minggu setelah perompesan daun




          entres (batang atas) mangga "emperor" siap sambung ke batang bawah (rootstock) lokal



          mata tunas yang bunting 4 minggu setelah perompesan daun 




          5. Pada beberapa jenis tanaman (mangga, klengkeng misalnya), rangsang pertumbuhan tunas ketiak maupun tunas ujung pada entres dengan cara merompes semua daunnya setidaknya 2-3 minggu sebelum entres diambil dan disambungkan ke batang bawah (calon entres masih berada di pohon induk). Perompesan daun akan merangsang pertumbuhan tunas-tunas, baik tunas ketiak maupun tunas di ujung, sehingga tunas akan terpacu dan tumbuh lebih cepat saat penyambungan selesai dilakukan. Penyambungan yang menggunakan entres yang daunnya dirompes 2-3 minggu sebelum dipotong dan disambung akan membantu meningkatkan persentase keberhasilan penyambungan dibanding penggunaan entres yang baru dirompes daunnya sesaat sebelum disambungkan ke batang bawah

          6. Sebaiknya lakukan proses penyambungan pada sore hari dengan beberapa pertimbangan : a. Suhu rata-rata harian pada sore hari umumnya lebih rendah dengan kelembaban yang sedikit meningkat, sehingga pada suhu yang lebih rendah tersebut, kambium pada bidang iris entres tidak cepat mengering, kambium entres masih segar saat bidang iris ditempelkan ke batang bawah. b. Laju penguapan (evaporasi) pasca penyambungan selepas sore hingga pagi di hari berikutnya juga berkurang, dengan demikian kondisi ini akan sangat membantu tanaman yang disambung untuk beradaptasi dengan cepat sehingga bidang sambung dapat menyatu dengan cepat pula tanpa harus terganggu oleh peningkatan laju evaporasi yang bisa menyebabkan kegagalan penyambungan


          poin nomor 5 tersebut diatas, mempercepat proses penyatuan sehingga tunas langsung tumbuh






          Sambung pucuk klengkeng ITOH, diameter batang bawah dan batang atas tergolong besar
          sambungan dibuat sependek mungkin untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang pendek (dwarf)




          contoh bibit grafting tanaman mangga berumur 10 bulan pasca sambung
          dengan kompatibillitas (kesesuaian) batang atas dan batang bawah yang sangat baik


          teknik okulasi

          Teknik dan Cara Okulasi Pohon Mangga

          0
          Diposkan oleh Adi Wijaya on Minggu, 14 September 2014 , in 

          Pernah mendengar istilah okulasi ? istilah ini kerap digunakan di dunia pertanian. Karena okulasimerupakan teknik buatan untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik dan unggul. Mungkin bagi yang sudah belajar biologi pasti sedikit – sedikit sudah mengetahui mengenai okulasi ini, atau mungkin sudah ada yang pernah mempraktekannya. Namun bagi anda yang belum tau mengenai teknik okulasi, berikut penjelasannya.

          Okulasi (menempel, budding; red) adalah salah satu teknik perbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman yang unggul ke batang tanaman lainnya.Okulasi bertujuan untuk menggabungkan sifat yang baik dari masing-masing tanaman yang diokulasi sehingga mendapatkan varietas tumbuhan yang baik. Prinsip dasar dari okulasi adalah penempelan atau penggabungan batang bawah dengan batang bagian atas.

          Okulasi merupakan kebalikan dari metode cangkok. Jika metode cangkok menguliti batang induk sehingga tumbuh batang atau ranting yang baru. Sedangkan okulasi adalah proses menempelkan mata tunas tanaman induk ke bagian batang tumbuhan.

          Lalu bagaimanakah cara mempraktekannya ? sebenarnya untuk beberapa jenis tanaman hampir sama cara kerjanya, namun pada kesempatan kali ini akan dipaparkan  bagaimana cara okulasi pada pohon mangga.

          Teknik dan Cara Okulasi Pohon Mangga

          • Pilih batang yang sehat, yaitu batang terlihat segar, daun normal, tidak terserang penyakit, dan tidak kekurangan hara. Diameter batang minimal 1,2 cm, tinggi minimal 50 cm, dan berumur 6 bulan sejak semai.
          • Mata tunas diambil dari batang atas yang juga sehat, batang tidak terlihat tanda terserang hama dan penyakit.
          • Kerat batang bawah secara mendatar selebar 2 cm pada ketinggian maksimal 20 cm dari leher akar.
          • Tarik kebawah kulit batang yang dikerat hingga terkelupas sepanjang 2 cm, lalu potong dua pertiganya sehingga terbentuk semacam “jendela” dibatang bawah.
          • Siapkan mata tunas. Caranya, kerat kulit cabang pohon 1 cm dari tunas dan sedikit kayu terkelupas. Ukuran mata tunas disesuaikan dengan ukuran jendela pada batang bawah.
          • Tempelkan mata tunas ke jendela dibatang bawah. Penempelan sebaiknya jangan pada tunas yang baru tumbuh. Biasanya penempelan dilakukan saat tanaman berbunga. Ikat tempelan tunas dengan plastik mulai dari bawah keatas sepaya tidak terkena air hujan. Buka ikatan okulasi 3 – 4 minggu kemudian.
          Nah.. mudah bukan ? selamat mencoba..







          Coba Juga Baca Artikel Menarik Di Bawah Ini :

          Share This Post

          membuat bibit durian

          MEMBUAT BIBIT DURIAN

          Membuat Bibit Durian – Perbanyakan bibit durian dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah perbanyakan menggunakan teknik sambung (grafting), okulasi (budding), dan teknik penyusuan. Ketiga teknik perbanyakan tanaman tersebut merupakan cara paling cocok untuk menghasilkan bibit durian berkualitas unggul.

          Teknik Menyambung (Grafting) Pada Durian

          Persiapan batang bawah

          Batang bawah berfungsi sebagai penyerap makanan dari dalam tanah, sehingga membutuhkan tanaman berakar dalam. Fungsi lain batang bawah adalah menopang pertumbuhan tanaman, sehingga membutuhkan tanaman kuat. Selain itu, batang bawah juga harus mampu memberikan suplai makanan untuk batang atasnya sehingga tidak mengurangi kualitas dan kuantitas buah.
          Langkah-langkah mempersiapkan batang bawah
          1. Biji dipilih dari tanaman yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan. Pilihlah biji bernas, tidak kempes, besar, dan bentuk fisik baik.
          2. Diamkan biji selama satu minggu, kemudian rendam dengan larutan hormon tumbuhan jenis auksin + sitokinin selama 4 jam menjelang ditanam.
          3. Tanam biji di media dalam polibag berukuran diameter 20 cm, tinggi 25 cm. Media tanam berupa campuran tanah dan Pupuk Organik dengan perbandingan 1:1. Tambahkan pupuk NPKke dalam media kurang lebih sendok makan.
          4. Lakukan perawatan secara rutin, terutama penyiraman tanaman agar tidak kekeringan. Hama penyakit juga harus dikendalikan, meskipun daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit tinggi.
          5. Setelah tumbuh, bibit siap dilakukan penyambungan setelah mencapai ukuran 15-20 cm.

          Persiapan batang atas



          Batang atas disebut juga dengan istilah scion atau entres, yaitu bagian atas tanaman sambungan berpotensi menghasilkan buah berkualitas unggul. Oleh karena itu, batang atas harus dipilih dari tanaman yang memiliki kualitas buah unggul, baik rasa, ketebalan daging buah, aroma, maupun kuantitas buah. Batang atas dipilih dari pohon induk unggul, berasal dari cabang sehat, serta tidak terserang hama penyakit.
          Langkah-langkah menyiapkan batang atas
          1. Pilih pohon berkualitas buah unggul, kemudian cari cabang atau bagian tanaman sehat berkururan sama dengan ukuran batan bawah, serta memiliki percabangan 2-4 arah dan memiliki tunas baru.
          2. Potong cabang calon batang atas, kemudian segera ditempelkan dengan bibit batang bawah. Jangan menyimpan terlalu lama agar tanaman tidak layu.

          Teknik penyambungan bibit durian

          Bagian atas batang bawah dipotong miring sehingga bentuknya meruncing atau bisa juga membuat potongan berbentuk huruf ‘V’. Sesuaikan potongan batang atas dengan bentuk porongan batang bawah, kemudian tempelkan dengan batang bawah. Ikat dengan tali lunak, misalnya menggunakan isolatip pipa. Letakkan bibit sambungan di tempat teduh selama beberapa hari agar tanaman tidak mengalami dehidrasi. Lakukan penyiraman secara rutin, tetapi jangan sampai kelebihan air.

          Teknik Okulasi Pada Durian

          Okulasi merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan penggabungan dua jenis tanaman menggunakan mata tunas sebagai batang atasnya. Tujuan okulasi adalah menghasilkan bibit tanaman unggul baik kualitas maupun kuantitas produksinya.

          Persiapan batang bawah

          Secara teknis, persiapan batang bawah untuk bibit okulasi tidak beda jauh dengan bibit sambung (grafting), baik kriteria maupun cara penyemaiannya. Hanya saja ukuran tanaman untuk bibit okulasi lebih besar dibanding dengan bibit sambung (grafting). Bibit siap dilakukan okulasi jika sudah berukuran tinggi minimal 50 cm.

          Persiapan batang atas

          Kriteria tanaman calon batang atas pada bibit okulasi juga tidak beda jauh dengan tanaman untuk bibit sambung (grafting). Perbedaannya hanya terletak pada penggunaan bagian tanaman. Jika pada teknik sambung menggunakan cabang atau pucuk tanaman, maka pada teknik okulasi membutuhkan mata tunas sebagai calon batang atasnya. Berikut ini cara memilih tunas untuk bibit okulasi:
          1. Pilihlah mata tunas dari cabang tidak terlalu tua dan terlalu muda, atau masih setengah berkayu, biasanya memiliki warna kulit cokelat muda, agak kehijauan atau keabu-abuan.
          2. Sebelum diambil mata tunasnya, sebaiknya daun pada cabang terpilih dirontok terlebih dahulu dua minggu sebelum pengambilan mata tunas.
          3. Mata tunas diambil dengan menyayat kulit kayu cabang terpilih. Jika bagian dalamnya tampak berair, menandakan bahwa kambiumnya masih aktif. Hal ini akan mempercepat interaksi dengan batang bawah setelah dilakukan penempelan.

          Cara Okulasi Bibit Durian

          1. Ambil bibit batang bawah, cari mata tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan media. Sayat secara melintang kulit batang bawah tersebut kurang lebih 1 cm di atas mata tunas.
          2. Tarik dan kupas sayatan kulit batang bawah sepanjang 3 cm kearah bawah. Potong tepat pada mata tunasnya, sehingga sayatan kulit tersisa kurang lebih 2/3 bagian.
          3. Sayat mata tunas calon batang secara melintang, kurang lebih 1 cm di atas mata tunas. Tarik dan kupas ke arah bawah kurang lebih sepanjang 3 cm. Perlu diperhatikan, bahwa kambium harus ikut terbawa, jika tidak, okulasi dipastikan gagal.
          4. Tempelkan sayatan mata tunas batang atas ke sayatan batang bawah. Ikat tempelan mata tunas tersebut melingkari batang bawah.
          5. Lindungi mata tunas tersebut dengan kantong plastik bening selama kurang lebih satu minggu. Letakkan ditempat teduh tidak terkena sinar matahari langsung selama beberapa hari hingga mata tunas terlihat hijau.
          6. Jika setelah dua minggu perisai mata tunas berwarna hijau, berarti okulasi berhasil. Tatapi jika berwarna cokelat, maka okulasi dipastikan gagal.

          Teknik Penyusuan Pada Durian

          Teknik penyusuan dilakukan dengan menggabungkan dua jenis tanaman hidup, dimana batang atas dan batang bawah masih sama-sama menempel perakarannya. Keberhasilan teknis penyusuan ini lebih tinggi dibanding dua teknik di atas.
          Kriteria menentukan batang bawah dan batang atas tidak berbeda jauh dengan dua teknik di atas. Hanya saja ukuran batang untuk teknik penyusuan kurang lebih berdiameter 0,6 cm, tinggi 45 cm biasanya bibit berumur satu tahun.

          Cara Melakukan Penyusuan Pada Durian

          1. Sayat kedua tanaman baik bibit batang bawah maupun cabang calon batang atas dengan ukuran sama dan empulur tidak ikut tersayat.
          2. Tempelkan kedua sayatan tersebut, harus menutupi satu sama lain, sehingga tidak ada bagian terbuka. Oleh karena itu, ukuran sayatan sebaiknya tidak terlalu besar.
          3. Ikat susuan tersebut, usahakan air hujan tidak masuk ke dalam susuan, karena dapat menimbulkan serangan patogen.
          4. Ikat polibag bibit batang bawah pada salah satu cabang tanaman batang atas agar tidak jatuh.
          5. Siram media bibit batang bawah setiap hari. Lakukan pengontrolan pada ikatan susuan tersebut.
          6. Setelah berumur 2 bulan bekas tempelan mengembang, menandakan teknik perbanyakan tersebut berhasil.
          7. Potong bibit batang bawah 1 cm di atas balutan atau tempelan. Seminggu kemudian, potong batang atas di bawah balutan atau tempelan.
          8. Olesi bekas potongan tersebut dengan fungisida agar tidak terinfeksi cendawan.