Selasa, 22 September 2015

obat diabetes

Bagi Penderita Diabetes, Lakukan Cara Ini.. Terbukti 17,542 Orang Telah Sembuh


Couch ModePrint It



UNTUK PENGIDAP KENCING MANIS - KAJIAN TELAH MEMBUKTIKAN BAHWA OBAT TERBAIK UNTUK BEBAS DARIPADA PENYAKIT KENCING MANIS (DIABETES) ADALAH BIJI BUAH RAMBUTAN.



Penggunaan biji rambutan untuk membebaskan penderitaan kencing manis tahap 2 telah terbukti mujarab. Kajian yang dilakukan di Eropa telah membuktikan bahwa biji rambutan berhasil membebaskan 17,542 orang penderita diabetes tahap 2 diseluruh dunia pada tahun 2014. Kita rakyat Indonesia cukup bersyukur kerana memiliki buah tersebut dinegara sendiri.

Cara penggunaannya.
1. Ambil 5 biji (seeds) rambutan.
2. Goreng.
3. Tumbuk hingga hancur menjadi tepung.
4. Campurkan dengan air sejuk dan minum.
5. Minumlah 2 kali dalam sehari.

Kurangi ketergantungan kepada insulin dan obat-oabatan farmasi. Penyakit kencing manis biasanya membuat penderita merasa khawatir, apabila melihat penurunan berat badannya. Jangan khawatir, karena kehilangan berat badan tersebut, adalah cara badan memberi isyarat kepada otak, untuk kita mengubah gaya hidup dan pola makan kita sehari-hari..Konsumsilah makanan yang sehat.

Diabetes tahap 2 bukanlah hukuman mati kepada pengidapnya. Lakukanlah dengan meminum ramuan dari biji rambutan yang tertera diatas, InshaAllah, kita akan sembuh dari diabetes.

sumber: kesehatanpedia.com

Senin, 14 September 2015

obat vertigo

Obat Penyakit Vertigo

Obat Penykit Vertigo Ace Maxs Herbal Alami  » Informasi mengenai Obat  Penyakit Vertigo  Ace Maxs dapat anda jadikan sebagai solusi  Penanganan  , Pencegahan ,  Pengobatan Hingga Penyembuhan Penyakit Vertigo Anda. Obat  Alternatif terbaik dalam membantu mengatasi penyakit vertigo secara alami.dimana dalam Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs  terbuat dari bahan-bahan herbal alami yaitu berupa kulit manggis serta daun sirsak,yang mana di ketahui sangat berkhasiat sebagaiObat Penyakit Vertigo herbal. Obat Penyakit Vertigo alami tanpa efek samping, dengan kulit manggis dan daun sirsak , simak selengkapnya disini!
vertigoObat  Penyakit Vertigo Produk Minuman Jus Kesehatan Yang Kaya Akan Manfaat dan Khasiat Perpadua.n  Extrak Kulit Manggis Dan  Daun Sirsak yang Kaya akan Antioksidan Tinggi dan Multikhasiat dapat membantu mengobati dan menyembuhkan berbagai penyakit ringan Hingga Kronis Tanpa  Aman Dikonsumsi Semua Umur hingga ibu hamil dan menyusui serta Aman dikonsumsi secara rutin bahkan  setiap harinya  Tidak Menimbulkan Efek Samping dan ketergantungan . Obat Penyakit Vertigo Ace  Maxs Ramuan Dan  hasil olahan Bahan – bahan Alami yang memang sudah terbukti Kehalalannya dan  teruji oleh para ahli Ampuh  dan Mujarab dalam mengobati berbagai penyakit , Menyembuhkan berbagai penyakit secara efektif  hingga tuntas. Sebelum anda mengobati penyakit anda adakalanya anda terlebih dahulu mengetahui Penyakit anda ( Vertigo ).
Definisi Mengenai Penyakit Vertigo 
Vertigo adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan gangguan ilusi gerakan dan bukan merupakan salah satu bentuk migrain. Selama ini banyak orang menyalah artikan vertigo sebagai migrain atau sebaliknya. Penyakit vertigo itu sendiri dibedakan menjadi penyakit vertigo subyektif dan penyakit vertigo obyektif. Vertigo subyektif adalah bila yang terasa berputar adalah diri sendiri. Sedangkan vertigo obyektif adalah bila yang terasa berputar adalah lingkungan sekitarnya.
Penyebab  Penyakit Vertigo Itu Sendiri Yakni :
Pada dasarnya, penyakit vertigo ini disebabkan karena gangguan keseimbangan telinga bagian dalam (vestibular) atau bisa juga gangguan keseimbangan pada otak. Pada kondisi umum, vertigo yang disebabkan oleh ilusi gerakan yang disebabkan oleh gerakan kepala secara mendadak ataupun gerakan kepala ke arah tertentu termasuk sebagai vertigo ringan dan biasanya dapat diatasi. Penyebab lain dari penyakit vertigo ini adalah peradangan pada telinga bagian dalam (labirinitis). Ini ditandai dengan vertigo tiba-tiba dan seringnya diikuti dengan kehilangan pendengaran. Penyebab palng besar pada penyakit vertigo ini adalah infeksi viral atau bakteri. Namun harus diakui bahwa beberapa jenis penyakit lain juga bisa mengakibatkan vertigo, seperti pendarahan di otak, cedera kepala, serta migrain.
Gejala Penyakit Vertigo 
  • Penderita vertigo akan merasakan sensasi gerakan seperti berputar, baik dirinya sendiri atau lingkungan
  • Merasakan mual yang luar biasa
  • Sering muntah sebagai akibat dari rasa mual
  • Gerakan mata yang abnormal
  • Tiba – tiba muncul keringat dingin
  • Telinga sering terasa berdenging
  • Mengalami kesulitan bicara
  • Mengalami kesulitan berjalan karena merasakan sensasi gerakan berputar
  • Pada keadaan tertentu, penderita juga bisa mengalami ganguuan penglihatan
Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs 100 % Bahan Herbal Alami non kimiawi  perpaduan extrak kulit manggis dan daun  sirsak serta bahan bahan alami lain seperti madu , Bunga Rosella , Anggur, dan Apel  Kaya akan atioksidan tinggi ( Mampu menangkal Radikal Bebas)   yang baik untuk kesehatan membuat tubuh senantiasa sehat segar , bugar dan vit setiap harinya 

Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs 


ace-maxs-1Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs – Jika di rasa anda pernah mengalami gejala-gejala seperti diatas,maka sangat penting anda periksakan ke dokter untuk informasi yang lebih lanjut.sementara itu anda juga harus menentukan jenis pengobatan yang tepat dalam membantu mengatasi penyakit vertigo ini,dimana anda bisa melakukan pengobatan vertigo dengan Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs  yang akan terbukti lebih aman di bandingkan pengobatan yang tersedia pada medis.
Salah satu produk herbal unggulan yang di rekomendasikan sebagai Obat Penyakit Vertigo herbal adalah obat herbal Acemaxs,dimana telah di tetapkan sebagai Obat Penyakit Vertigo herbal yang aman,di samping itu dari segi khasiatnya sendiri juga telah banyak yang membuktikan,pasalnya dalamObat Penyakit Vertigo herbal ini mempunyai komposisi bahan-bahan herbal pilihan yang berkualitas tinggi,dengan khasiatnya masing-masing.
Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs  – ACE MAX’S adalah produk unggulan dari H2O, karena mengandung XANTHONE sebuah kandungan antioksidan super yang terdapat dalam kulit dan daging buah manggis, si ratu eksotik yang terkenal dengan sebutan ratu segala buah (queen of fruits). Buah yang jujur begitulah sebutan lain dari manggis, dan H2O menghadirkan untuk Anda dalam kombinasi brilian dengan ekstrak daun sirsak yang sangat terkenal dengan khasiatnya mengusir kanker dan berbagai penyakit lainnya.
Obat Penyakit Vertigo Herbal Acemaxs ini bekerja cepat dengan reaksi bertahap berkat kandungan alami di dalamnya yaitu senyawa “xanthone” dan “acetogenis” yang bersifat sebagai AntiOksidan kelas tinggi mengalahkan Anti Oksidan yang dihasilkan oleh buah kiwi, buah jeruk, rambutan maupun durian. Karena kandungan alami tersebutlah, Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs  dapat bekerja secara optimal dan maksimal ke seluruh tubuh mencari akar permasalahan dan menyembuhkan inti penyebab munculnya sakit Vertigo. Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs  ini bekerja secara selektif,yaitu hanya menghambat, menghentikan, membunuh dan menghancurkan “sel-sel jahat saja” yang bergerak dengan reaksi buruk tanpa mengganggu maupun merusak sel baik yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Selain itu, sebagai Obat Penyakit Vertigo  yang bekerja super dalam menyembuhkan Vertigo, Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs juga terbukti dapat membantu melancarkan peredaran darah, menghancurkan toxic maupun senyawa buruk yang mengendap dalam kapiler pembuluh darah sehingga peredaran darah tersumbat dan tidak lancar. Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs  juga berfungsi meningkatkan kinerja otak, memiliki senyawa alami yang bersifat antistress dapat merelaksasikan semua otot dan sistem tubuh untuk mengurangi efek buruk yang disebabkan oleh stress termasuk sakit Vertigo yang berkepanjangan.
Obati Penyakit Vertigo Anda Sekarang Juga !!!  Ace  Maxs  Solusi dari berbagai Macam Solusi Pengobatan penyakit Anda !!!
Obat Penyakit Vertigo  Ace Maxs  – Untuk itu kami sarankan bagi anda yang menderita penyakit vertigo untuk segera mengatasinya dengan melakukan pengobatan penyakit vertigo dengan Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs yang mempunyai khasiat yang tidak perlu di ragukan lagi,sehingga anda dapat segera mengatasi penyakit vertigo anda secara alami,aman tanpa menimbulkan efek samping.
Khasiat obat Ace Maxs sendiri terutama sebagai Obat Penyakit Vertigo herbal ini telah banyak yang merasakan dan membuktikan langsung,dimana telah banyak masyarakat yang telah sembuh dari penyakit vertigo setelah secara rutin mengkonsumsi Ace maxs sebagai Obat Penyakit Vertigo  herbal terbaik.
Jika Anda Berminat  untuk pemesanan sangatlah mudah anda cukup Sms Barang akan Secara Mudah anda dapatkan ” Transfer Pembayaran Dapat Dilakukan Setelah barang Di Terima

vertigo

Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Vertigo

Makanan Yang  Harus Dihindari Penderita Vertigo (Pusing 7 Keliling)
Makanan Yang  Harus Dihindari Penderita Vertigo >> Pernahkah anda mengalami keluhan sakit kepala yang dahsyat atau merasakan ‘pusing 7 keliling’ seolah dunia berputar? Saat penyakit ini menyerang, anda merasakan pusing yang luar biasa. Benda-benda di lingkungan sekitarnya seperti berputar, bahkan si penderita merasa tubuhnya akan jatuh atau ambruk , Anda merasakan seperti ini ? jIka YA!!! Ini Gejala dari Penyakit Vertigo ,,,,,,, Berpikir Untuk melakukan Pengobatan ? Tepat Sekali !!! Anda  sekarang  berada  di tempat yang teat karena kali ini kami akan membahas selengkapnya mengenai Penyakit Vertigo , Makanan Yang  Harus Dihindari Penderita Vertigo, Bagai mana Pencegahannya Hingga Ke Pengobatan Penyakit Vertigo ( Pusing 7 Keliling ).
pantangan vertigo
Langkah Paling Aman Dan paling Jitu  dalam Menjaga Kondisi Kesehatan Tubuh anda adalahMemperhatikan beberapa Makanan Yang Harus Di Hindari Penderita Vertigo ( Pusing 7 Keliling ) sebagai langkah awal pencegahan hingga anda dapat melakukan penanganan hingga pengobatan Vertigo Khusus Kali ini kami akan membahas mengenaiMakanan Yang  Harus Dihindari Penderita Vertigo  dan Solusi Tepat Pengobatan Penyakit Vertigo  (Pusing 7 Keliling )  dengan mengkonsumsi Ace Maxs  Obat Penyakit Vertigo!!!
Sekilas Mengenai Penyakit Vertigo :
Vertigo bukan merupakan sebuah penyakit namun lebih kepada gejala yang mengindikasikan adanya penyakit tertentu. Setidaknya ada sekitar 10 penyakit yang ditandai dengan gejal vertigo. Vertigo itu sendiri adalah sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.
Penyebab Dari Penyakit Vertigo Itu Sendiri
Penyebab umum dari vertigo, keadaan lingkungan, obat-obatan, kelainan sirkulasi, kelainan di telinga, atau kelainan neurologis. Beberapa faktor yang menyebabkan vertigo antara lain karena serangan migren, radang pada leher, mabuk kendaraan, infeksi bakteri pada alat pendengaran dan kekurangan asupan oksigen ke otak. Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar.

Untuk Melakukan pencegahan tentu selain mengetahui lebih jelasnya penyakit anda, Gejala , dan penyebabnya alangkah baiknya anda mengetaui ada beberapa pantangan Makanan Yang  Harus Dihindari Penderita Vertigo yakni :

  • Semua jenis daging (kecuali ikan air tawar),
  • Masakan yang di goreng (ikan asin, emping),
  • santan kental,
  • nasi yang dicampur (nasi uduk, nasi ulam, nasi kebuli),
  • berbagai macam kue dan selai (kue bolu, martabak, mentega, keju, susu),
  • berbagai macam jenis jeroan,
  • bumbu masak kemasan,
  • berbagai macam telur (telur asin, telur ayam),
  • buah-buahan yang tebal kulitnya seperti durian, nangka, jengkol, pete,
  • minuman : es, minuman yang mengandung alkohol.
dagingikan asinboluempingtelormartabaksantan kentalalkohol
Untuk anda yang menderita Vertigo Belum menemukan pengobatan yang tepat !!! Tidak perlu ambil pusing akan hal ini kami berikan solusi yang tepat untuk penyakit anda ! pengobatan yang kami rekomendasikan yakni Ace Maxs Produk kesehatan Jus yang kaya akan antioksidan tinggi dan Multikhasiat dapat megobati berbagai penyakit. Ace Maxs ekstrak kulit manggis plus daun sirsak merupakan pilihan yang sangat tepat sekali, kandungan yang ada dalam Obat Penyakit Vertigo Ace Maxs ini memiliki fungsi atau peranan yang sangatlah penting dalam mengobati Penyakit Vertigo. Seperti zat yang terkandung dalam kulit manggis yaitu antioksidan yang sangat kuat yaitu xanthones, melebihi beberapa kali lipat dari kekuatan vitamin C dan E, yang telah terbukti khasiatnya sebagai Jus kesehatan alami . Fungsi xanthones adalah menjelajah seluruh tubuh, menetralkan radikal bebas, sehingga tubuh kita menjadi lebih bersih dan lebih sehat daripada sebelumnya.
Xanthones yang terdapat dalam kulit manggis mempunyai sifat sebagai anti kanker, anti inflammatory, anti mikroba, menurunkan kolesterol, Antiviral, Anticendawan, Antiparasit, Anti alergi, Membantu menurunkan tekanan darah, menjaga stamina tetap prima, membantu menurunkan berat badan, menjaga kekebalan tubuh terhadap penyakit, Melindung Hati , Memerangi diare, Analgesik, Anti-Parkinson, Anti-Alzheime, pencegah depresi, Menurunkan demam. Sedangkan dalam daun sirsak engandung zat acetogenins yang efektif untuk menetralisir racun dan radikal bebas. Sebagai senyawa sitotoksik, senyawa acetogenins dapat bersifat toksik sebagai zat racun, maupun sebagai zat yang dapat menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker, tumor, mengobati penyakit vertigo serta selalu memperhatikan beberapa Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Vertigo  supaya Pengobatan yang anda lakukan maximal dan optimal.
Khasiat Ace Maxs memang sudah tidak perlu kita ragukan lagi. Untuk itu segeralah melakukan pengobatan terhadap Penyakit Vertigo yang selama ini bersarang dalam tubuh anda bersama Jus Kesehatan alami  Ace Maxs yang telah terbukti mempunyai khasiat luar biasa dalam membantu melakukan penyembuhan penyakit vertigo. Atasi semuanya bersama Jus Extrak kulit manggis dan daun Sirsak Ace Maxs mulai dari sekarang. Oleh karena itu, bagi anda yang sedang menderita Penyakit Vertigo segeralah konsumsi Obat Herbal Ace Maxs yang sudah sangat terbukti keampuhannya dalam mengatasi Penyakit Vertigo.
Untuk anda yang berminat dan ingin melakukan pemesanan kami siap melayani anda pemesanan , konsultasi penyakit anda hingga pengiriman barang ke seluruh wilayah indonesia dengan memberikan pelayanan terbaik Transfer pembayaran Bisa Setelah Barang Anda Terima , Caranya pun Sangatlah Mudah anda cukup sms sesuai Format yang tertera di bawah ini !!!
Ace Maxs pemesanan

:: Makanan Yang  Harus Dihindari Penderita Vertigo ::

Posted By : Obat Penyakit Vertigo

Kamis, 10 September 2015

kentang

BUDIDAYA KENTANG

"panduan budidaya tanaman kentang organik natural nusantara distributor nasa supernasa poc nasa hormonik power nutrition pestona bvr vitura virexi glio"PENDAHULUAN
Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi komoditi penting. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi kentang nasional secara kuantitas, kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan (Aspek 3K).

SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.

2.2. Media Tanam
Struktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam dan pH antara 5,8-7,0.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan

  • Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.
  • Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

3.2. Pengolahan Media Tanam
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.


Natural Glio yang sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu, ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2 kemasan Natural Glio dicampur 50-100 kg pupuk kandang/1000 m2). 




3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Pemupukan Dasar

  1. Pupuk anorganik berupa urea (200 kg/ha), SP 36 (200 kg/ha), dan KCl (75 kg/ha).
  2. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secukupnya secara merata di atas bedengan, dosis 1-2 botol/ 1000 m². Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA dengan cara : A) Alternatif 1 : Satu botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. B) Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.
  3. Penyiraman POC NASA / SUPER NASA dilakukan sebelum pemberian pupuk kandang.
  4. c. Berikan pupuk kandang 5-6 ton/ha (dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam,

3.3.2. Cara Penanaman
Jarak tanaman tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit + 1.300-1.700 kg/ha (bobot umbi 30-45 gr). Waktu tanam diakhir musim hujan (April-Juni).

3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Penyulaman untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh/tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.

3.4.3. Pemangkasan Bunga
Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

3.4.4. Pemupukan Susulan
a. Pupuk Makro
Urea/ZA: 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst 150 kg/ha.
SP-36: 21 hst 250 kg/ha.
KCl: 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha.
Pupuk makro diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.


b. POC NASA: mulai umur 1 minggu s/d 10 atau 11 minggu.


Alternatif I : 8-10 kali (interval 1 minggu sekali dengan dosis 4 tutup/tangki atau 1 botol (500 cc)/ drum 200 lt air.
Alternatif II : 5 - 6 kali (interval 2 mingu sekali dengan dosis 6 tutup/tangki atau 1,5 botol (750 cc)/ drum 200 lt air.
c. HORMONIK : penyemprotan POC NASA akan lebih optimal jika dicampur HORMONIK (dosis 1-2 tutup/tangki atau + 2-3 botol/drum 200 liter air).

3.4.5. Pengairan
Pengairan 7 hari sekali secara rutin dengan di gembor, Power Sprayer atau dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit). 




3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama

Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) penyemprotan Natural Vitura dan sanitasi lingkungan.

Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus. Pengendalian: memotong dan membakar daun yang terinfeksi, serta penyemprotan Pestona atau BVR.

Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: Pengocoran Pestona.

Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, terlihat lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian : Pengocoran Pestona.

Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) memangkas bagian daun yang terserang; (2) mengunakan Pestona atau BVR. 




3.5.2. Penyakit
Penyakit busuk daun 
Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium dan daun membusuk/mati. Pengendalian: sanitasi kebun. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit busuk umbi 
Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam

Penyakit fusarium 
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit bercak kering (Early Blight) 
Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang di daerah kering. Gejala: daun berbercak kecil tersebar tidak teratur, warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural Glio sebelum/awal tanam

Penyakit karena virus
Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, mengendalikan vektor dengan Pestona atau BVR dan melakukan pergiliran tanaman.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. 


3.6. Panen
Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen jika daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan (agak mengering) dan kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.

kentang

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

3.1. Pembibitan

Bibit Tanaman kentang dapat berasal dari umbi, perbanyakan melalui stek batang dan stek tunas daun.

Umbi

Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram. Pilih umbi yang cukup tua antara 150-180 hari, umur tergantung varietas, tidak cacat, umbi baik, varitas unggul.

Umbi disimpan di dalam rak/peti di gudang dengan sirkulasi udara yang baik (kelembaban 80-95%). Lama penyimpanan 6-7 bulan pada suhu rendah dan 5-6 bulan pada suhu 25 derajat C.

Pilih umbi dengan ukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas.

Gunakan umbi yang akan digunakan sebagai bibit hanya sampai generasi keempat saja.

Setelah bertunas sekitar 2 cm, umbi siap ditanam.

Bila bibit diusahakan dengan membeli, (usahakan bibit yang kita beli bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa dan dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi yang dibelah harus direndam dulu di dalam larutan Dithane M-45 selama 5-10 menit. Walaupun pembelahan menghemat bibit, tetapi bibit yang dibelah menghasilkan umbi yang lebih sedikit daripada yang tidak dibelah. Hal tersebut harus diperhitungkan secara ekonomis.
Stek Batang dan stek tunas
Cara ini tidak biasa dilakukan karena lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Bahan tanaman yang akan diambil stek batang/tunasnya harus ditanam di dalam pot. Pengambilan stek baru dapat dilakukan jika tanaman telah berumur 1-1,5 bulan dengan tinggi 25-30 cm. Stek disemaikan di persemaian. Apabila bibit menggunakan hasil stek batang atau tunas daun, ambil dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya.


3.2. Pengolahan Media Tanam

Lahan dibajak sedalam 30-40 cm sampai gembur benar supaya perkembangan akar dan pembesaran umbi berlangsung optimal. Kemudian tanah dibiarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan.

Pada lahan datar, sebaiknya dibuat bedengan memanjang ke arah Barat-Timur agar memperoleh sinar matahari secara optimal, sedang pada lahan berbukit arah bedengan dibuat tegak lurus kimiringan tanah untuk mencegah erosi. Lebar bedengan 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm. Lebar dan jarak antar bedengan dapat diubah sesuai dengan varietas kentang yang ditanam. Di sekeliling petak bedengan dibuat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.

3.3. Teknik Penanaman

3.3.1. Pemupukan Dasar

a) Pupuk dasar organik berupa kotoran ayam 10 ton/ha, kotoran kambing sebanyak 15 ton/ha atau kotoran sapi 20 ton/ha diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
b) Pupuk anorganik berupa SP-36=400kg/ha.

3.3.2. Cara Penanaman

Bibit yang diperlukan jika memakai jarak tanam 70 x 30 cm adalah 1.300-1.700 kg/ha dengan anggapan umbi bibit berbobot sekitar 30-45 gram.

Jarak tanaman tergantung varietas. Dimanat dan LCB 80 x 40 sedangkan varietas lain 70 x 30 cm.

Waktu tanam yang tepat adalah diakhir musim hujan pada bulan April-Juni, jika lahan memiliki irigasi yang baik/sumber air kentang dapat ditanam dimusim kemarau. Jangan menanam dimusim hujan. Penanaman dilakukan dipagi/sore hari.

Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 8-10 cm. Bibit dimasukkan ke lubang tanam, ditimbun dengan tanah dan tekan tanah di sekitar umbi. Bibit akan tumbuh sekitar 10-14 hst.

Mulsa jerami perlu dihamparkan di bedengan jika kentang ditanam di dataran medium.
3.4. Pemeliharaan Tanaman

3.4.1. Penyulaman

Untuk mengganti tanaman yang kurang baik, maka dilakukan penyulaman. Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. Bibit sulaman merupakan bibit cadangan yang telah disiapkan bersamaan dengan bibit produksi. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati/kurang baik tumbuhnya dan ganti dengan tanaman baru pada lubang yang sama.

3.4.2. Penyiangan
Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan. Jadi penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman. Penyiangan harus dilakukan pada fase kritis yaitu vegetatif awal dan pembentukan umbi.

3.4.3. Pemangkasan Bunga
Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara untuk pembentukan umbi dan pembungaan.

3.4.4. Pemupukan

Selain pupuk organik, maka pemberian pupuk anorganik juga sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk yang biasa diberikan Urea dengan dosis 330 kg/ha, TSP dengan dosis 400 kg/ha sedangkan KCl 200 kg/ha. Secara keseluruhan pemberian pupuk organik dan anorganik adalah sebagai berikut:

Pupuk kandang: saat tanam 15.000-20.000 kg.

Pupuk anorganik

Urea/ZA: 21 hari setelah tanam 165/350 kg dan 45 hari setelah tanam 165/365 kg.

SP-36: saat tanam 400 kg.

KCl: 21 hari setelah tanam 100 kg dan 45 hari setelah tanam 100 kg.

Pupuk cair: 7-10 hari sekali dengan dosis sesuai anjuran.
Pupuk anorganik diberikan ke dalam lubang pada jarak 10 cm dari batang tanaman kentang.

3.4.5. Pengairan

Tanaman kentang sangat peka terhadap kekurangan air. Pengairan harus dilakukan secara rutin tetapi tidak berlebihan. Pemberian air yang cukup membantu menstabilkan kelembaban tanah sebagai pelarut pupuk. Selang waktu 7 hari sekali secara rutin sudah cukup untuk tanaman kentang. Pengairan dilakukan dengan cara disiram dengan gembor/embrat/dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit).

3.5. Hama dan Penyakit

3.5.1. Hama

Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun dengan memakan bagian epidermis dan jaringan hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) mekanis dengan memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) kimia dengan Azordin, Diazinon 60 EC, Sumithion 50 EC.
Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus bagi tanaman kedelai. Pengendalian: dengan cara memotong dan membakar daun yang terinfeksi, menyemprotkan Roxion 40 EC, Dicarzol 25 SP.

Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: menggunakan tepung Sevin 85 S yang dicampur dengan pupuk kandang.
Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: pada daun yang berwarna merah tua dan terlihat adanya jalinan seperti benang yang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, akan terlihat adanya lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian: secara kimia menggunakan Selecron 500 EC, Ekalux 25 EC, Orthene &5 SP, Lammnate L.
Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, selanjutnya berubah menjadi abu-abu perak dan kemudian mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara memangkas bagian daun yang terserang; (2) secara kimia menggunakan Basudin 60 EC, Mitac 200 EC, Diazenon, Bayrusil 25 EC atau Dicarzol 25 SP.


3.5.2. Penyakit

Penyakit busuk daun
Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah, lalu bercak-bercak ini akan berkembang dan warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium. Selanjutnya daun akan membusuk dan mati. Pengendalian: menggunakan Antracol 70 WP, Dithane M-45, Brestan 60, Polyram 80 WP, Velimek 80 WP dan lain-lain.

Penyakit layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: dengan cara menjaga sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pemberantasan secara kimia dapat menggunkan bakterisida, Agrimycin atu Agrept 25 WP.

Penyakit busuk umbi
Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Pada bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik.
Penyakit fusarium
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: infeksi pada umbi menyebabkan busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: dengan menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pengendalian kimia dengan Benlate.
Penyakit bercak kering (Early Blight)
Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang biak di daerah kering. Gejala: daun terinfeksi berbercak kecil yang tersebar tidak teratur, berwarna coklat tua, lalu meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: dengan pergiliran tanaman.

Penyakit karena virus
Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, memberantas vektor dan pergiliran tanaman.
3.6. Panen

3.6.1. Ciri dan Umur Panen

Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Pada varietas kentang genjah, umur panennya 90-120 hari; varietas medium 120-150 hari; dan varietas dalam 150-180 hari.

Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen apabila daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan dan agak mengering. Selain itu tanaman yang siap panen kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.

3.6.2. Cara Panen

Waktu memanen sangat dianjurkan dilakukan pada waktu sore hari/pagi hari dan dilakukan pada saat hari cerah. Cara memanen yang baik adalah sebagai berikut: cangkul tanah disekitar umbi kemudian angkat umbi dengan hati hati dengan menggunakan garpu tanah. Setelah itu kumpulkan umbi ditempat yang teduh. Hindari kerusakan mekanis waktu panen.

3.6.3. Prakiraan Produksi

a) Granola/Atlantis: produksi 35-40 ton/ha.
b) Red Pontiac: produksi 15 ton/ha.
c) Desiree: produksi 18 ton/ha.
d) DTO: produksi 20 ton/ha.
e) Klon no. 17: produksi 30-40 ton/ha.
f) Klon no. 08: produksi 25-30 ton/ha.

3.7. Pascapanen

3.7.1. Penyortiran dan Pengolongan
Umbi yang baik dan sehat dipisahkan dengan umbi yang cacat dan terkena penyakit. Kegiatan ini akan mencegah penularan penyakit kepada umbi yang sehat. Kentang di sortir berdasarkan ukuran umbi (tergantung varitas).

3.7.2. Penyimpanan
Simpan umbi kentang dalam rak-rak yang tersusun rapi, sebaiknya ruangan tempat penyimpanan dibersihkan dan disterilisasi dahulu agar terbebas dari bakteri. Simpan di tempat yang tertutup dan berventilasi.

3.7.3. Pengemasan dan Pengangkutan
Alat pengemas harus bersih dan terbuat dari bahan yang ringan. Pengemas harus berventilasi dan di bagian dasar dan tepi diberi bahan yang mengurangi benturan selama pengangkutan.

3.7.4. Pembersihan

Petani konvensional hampir tidak pernah membersihkan umbi. Untuk memasarkan kentang di pasar swalayan/ke luar negeri, kentang harus dibersihkan terlebih dulu. Bersihkan umbi dari segala kotoran yang menempel dengan lap. Lakukan perlahan-lahan jangan sampai menimbulkan lecet-lecet. Selain itu umbi dapat dibersihkan dengan cara dicuci di air mengalir yang tidak terlalu deras kemudian dikeringanginkan. Umbi yang bersih akan memperpanjang keawetan umbi selain itu juga akan menarik konsumen.

IV. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

4.1. Analisis Usaha Budidaya

Biaya produksi 1 hektar kentang Granola adalah Rp. 15.500.000,-. Dalam satu musim tanam dihasilkan kentang :
a) Mutu ABC 18.000 kg (Rp.1.000/kg).
b) Apkir 1.000 kg (Rp. 450/kg).
c) Kecil 4.000 kg (Rp. 550/kg).

Keuntungan dari satu periode tanam adalah sekitar Rp. 5.100.000,-Perkiraan biaya produksi dan keuntungan budidaya 1 hektar kentang untuk satu musim tanam (6 bulan).

Analisis budidaya kentang granola dengan luas lahan 1 ha untuk satu musim tanam (6 bulan) di daerah Bandung, Jawa Barat tahun 1999.

Jumlah biaya produksi  = Rp.31.350.000,-
Pendapatan: 80% x 20.000 tanaman x 1,5 kg @ Rp. 2.000,-  = Rp.48.000.000,-
Keuntungan  = Rp.16.650.000,-

4.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Di awal krisis ekonomi harga komoditi kentang meningkat sampai lebih dari dua kalinya. Saat ini ketika harga komoditi hortikultur lainnya seperti bawang daun dan cabe menurun drastis, harga kentang di pasaran relatif masih sangat baik.

Kentang adalah salah satu komoditi hortikultura yang harganya relatif stabil dan tidak terlalu tergantung musim. Harga yang stabil ini lebih menjamin masa depan agribisnis kentang daripada komoditi hortikultura lainnya.

Walaupun Indonesia sudah mengekspor kentang ke Malaysia melalui Brastagi, peluang ekspor ke negara lainnya harus diambil.



V. STANDAR PRODUKSI

5.1. Ruang lingkup
Standar ini meliputi klasifikasi dan syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara pengujian contoh, syarat penandaan dan pengemasan.

5.2. Diskripsi
Kentang yang segar adalah umbi batang dari tanaman kentang dalam keadaan utuh bersih dan segar, sesuai dengan SNI-01-3175-1992

5.3. Klasifikasi dan Standar Mutu

Menurut ukuran berat, kentang segar digolongkan dalam:
a) Kecil: 50 gram kebawah.
b) Sedang: 51-100 gram.
c) Besar: 101-300 gram.
d) Sangat besar: 301 gram ke atas.

Menurut jenis mutunya kentang segar digolongkan dalam 2 jenis mutu, yaitu mutu I dan mutu II.
a) Keseragaman warna dan bentuk: mutu I=seragam; mutu II=seragam.
b) Keseragaman ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam.
c) Kerataan permukaan kentang: mutu I=rata; mutu II=tidak disyaratkan.
d) Kadar kotor (bobot/bobot): mutu I=maksimum 2,5%; mutu II=maksimum 2,5%.
e) Kentang cacat (bobot/bobot): mutu I=maksimum 5%; mutu II=maksimum 10%.
f) Ketuaan kentang: mutu I=tua; mutu II=cukup tua.

Untuk mendapatkan hasil kentang yang sesuai dengan standar maka dilakukan pengujian Yang meliputi:

Penentuan keseragaman ukuran kentang
Timbang seluruh cuplikan, kemudian timbang tiap butir dalam cuplikan. Pisahkan butir-butir yang beratnya diatas/dibawah ukuran berat yang telah ditentukan dan timbanglah semuanya. Bila presentase berat butir yang diatas/dibawah ukuran berat masing-masing sama/kurang dari 5% maka contoh dianggap seragam.

Penentuan kerataan permukaan kentang
Timbang seluruh cuplikan dan ukur benjolan yang terdapat pada tiap butir dalam cuplikan. Pisahkan butir-butir cuplikan yang mempunyai benjolan lebih dari 1 cm sama/kurang dari 10% jumlah cuplikan maka cuplikan dianggap mempunyai permukaan rata.

Penentuan kadar kotoran
Timbanglah sampai mendekati 0,1 gram sebanyak lebih kurang 500 gram cuplikan dalam wadah yang telah ditera sebelumnya dan tuanglah kedalalam sebuah bak kayu yang disediakan khusus untuk itu. Pilihlah kotoran-kotoran dan timbanglah berat masing-masing.

Penentuan cacat pada kentang segar
Timbang seluruh cuplikan dan tentukan butir-butir kentang yang cacat. Pisahkan butir-butir yang cacat dan timbanglah semuanya. Bila presentase berat butir-butir yang cacat sama/kurang dari 50%, maka cuplikan dianggap Mutu I dan bila sama/kurang dari 10% maka cuplikan dianggap Mutu II.

Penentuan ketuaan pada kentang segar
Timbanglah seluruh cuplikan dan tentukan butir contoh yang tua/cukup tua. Pisahkan butir yang tua/cukup tua dan timbanglah semuanya. Bila presentase berat butir contoh yang kulitnya mengelupas beratnya lebih dari ¼ bagian permukaannya sama/kurang dari 5%, maka cuplikan dianggap tua dan bila sama/kurang dari 10%, maka cuplikan dianggap cukup tua.

5.4. Pengambilan Contoh

Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat berikut ini. Tiap kemasan diambil contoh sebanyak 10 kg dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan, kemudian dibagi menjadi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 10 kg.
a) Untuk jumlah kemasan dalam lot 1 sampai 3, contoh yang diambil semua.
b) Untuk jumlah kemasan dalam lot 4 sampai 25, contoh yang diambil 3.
c) Untuk jumlah kemasan dalam lot 26 sampai 50, contoh yang diambil 6.
d) Untuk jumlah kemasan dalam lot 51 sampai 100, contoh yang diambil 8.
e) Untuk jumlah kemasan dalam lot 101 sampai 150, contoh yang diambil 10.
f) Untuk jumlah kemasan dalam lot 151 sampai 200, contoh yang diambil 12.
g) Untuk jumlah kemasan dalam lot 201 atau lebih, contoh yang diambil 15.

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum.

5.5. Pengemasan

Kentang disajikan dalam bentuk utuh dan segar. Dikemas dengan keranjang/bahan lain dengan berat netto maksimum 80 kg dan ditutup dengan anyaman bambu kemudian diikat dengan tali rotan/bahan lain. Isi kemasan tidak melebihi permukaan.

Di dalam keranjang atau kemasan diberi label yang bertuliskan :
a) Nama barang.
b) Jenis mutu.
c) Nama/kode perusahaan/eksportir.
d) Berat netto.
e) Produksi Indonesia.
f) Negara/tempat tujuan.

Budidaya kentang juga dapat dilakukan dipekarangan rumah baik langsung di tanah atau juga dalam pot atau polibeg. caranya tetap sama dengan cara budidaya di lahan darat diatas.


Read more: http://konsultasisawit.blogspot.com/2011/11/makalah-cara-menanam-kentang-terlengkap.html#ixzz3lONhpFsd


Read more: http://konsultasisawit.blogspot.com/2011/11/makalah-cara-menanam-kentang-terlengkap.html#ixzz3lONhqCwn


Read more: http://konsultasisawit.blogspot.com/2011/11/makalah-cara-menanam-kentang-terlengkap.html#ixzz3lONhqmNv