Kamis, 17 Maret 2016

peratan nagka


Rajin potong tunas baru agar panen melimpah (2)

Kelebihan nangka mini dibanding pohon nangka biasa adalah area tanamnya tak harus luas. Wajar, ukurannya memang mini. Bahkan, selain di tanah, tanaman ini bisa ditanam di dalam pot berukuran besar.

Pemilik Tani Barokah di Majalengka, Jawa Barat, Surachman bilang, jika ingin tanaman hidup lebih lama, sebaiknya sediakan lahan berukuran 2 meter x 2 meter untuk menanam satu pohon.

Menurutnya, yang terpenting dari budidaya nangka mini adalah menjaga supaya tanah tetap lembab. "Kalau terlalu kering, tanaman bisa stres dan daunnya banyak rontok," jelas Surachman.

Nangka mini akan tumbuh subur di lokasi dengan curah hujan tinggi. Namun, jika tidak, bisa pula dengan rutin menyiramnya sekali sehari.

Kata Surachman, pada masa awal, bibit sebaiknya diberi pupuk NPK atau pupuk kandang. Pada masa-masa awal, pemupukan cukup sebulan sekali. Setelah tanaman mulai berbuah, pemupukan bisa dilakukan dua kali dalam setahun. Maksimal 1.000 gram pupuk per tahun untuk satu pohon.

Pembudidaya nangka mini di Kediri, Susilo Suhasto bilang, pemupukan bisa dilakukan sekali dalam sebulan dengan NPK. "Cukup 500 gram untuk setengah tahun," jelas pemilik CV Karya Suhasto Mandiri ini.

Nah, pada usia 1-2 tahun, nangka mini sudah mulai berbuah. Namun, buahnya belum bisa dinikmati karena masih terlalu kecil. Barulah, pada usia tiga tahun, buah yang dihasilkan sudah sempurna untuk dikonsumsi. Sekali panen, satu pohon bisa menghasilkan 20 - 30 buah nangka. Setelah panen pertama, panen berikutnya bisa rutin sekali setahun.

Kedua pembudidaya ini bilang, supaya tanaman tumbuh bagus dan bisa rutin dipanen, harus dirawat dengan cara memotong tunas-tunas baru yang tumbuh, di luar tunas pokok. "Tunas ini dibuang saja supaya asupan nutrisi ke batang inti tidak terganggu, karena tunas baru itu tidak produktif," papar Surachman.

Selain itu, batang yang tingginya sudah melebihi 3 meter (m), perlu dipotong. Jika tak dipotong, nangka mini bisa mencapai 6-8 m, sehingga butuh asupan nutrisi lebih banyak lagi.

Selain dari biji, bibit nangka mini bisa dihasilkan dengan cara okulasi. Susilo membiakkannya dengan teknik okulasi. Walaupun okulasi nangka mini cukup sulit karena karakter batangnya kecil, namun cara ini cukup efektif.
Â
Menurutnya, kedua teknik pengembangbiakan itu sama-sama membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan hingga menghasilkan benih berukuran 10-15 cm. Namun, bijih rentan terkontaminasi, sehingga tingkat kegagalannya 40%-50%. "Sementara dengan okulasi, kalau batang bawahnya sudah muncul, sudah pasti jadi, keberhasilan hampir 100%," ucapnya. (Selesai)

mangga

Mangga Harum Manis Ini Cepat Berbuah dan Lebat- Ini Caranya


Cara menanam mangga agar cepat berbuah- Buah mangga (mangifera indica) merupakan salah satu buah yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Dengan rasanya yang manis dan pohonnya yang sangat mudah tumbuh walau tanpa perawatan yang intens, pohon mangga banyak sekali ditanam oleh masyarakat Indonesia, baik untuk pemenuhan buah keluarga atau untuk perkebunan dengan tujuan komersil.


Buah yang berasal dari Bombay-India ini selain rasanya yang manis, ternyata buah mangga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Beberapa sumber menyatakan bahwa kandungan vitamin yang terdapat pada buah mangga dapat dijadikan sebagai pencegahan kanker, menurunkan kadar kolesterol, melancarkan pencernaan, mengobati flu, dan masih banyak lagi manfaat buah mangga terhadap kesehatan. Sedangkan bagi kecantikan buah mangga bermanfaat untuk mencegah penuaan dini, bisa digunakan sebagai masker, mencerahkan wajah, dan lain-lain.

Buah mangga memiliki banyak jenis diantaranya mangga harum manis, mangga madu, mangga manalagi, mangga apel, mangga golek, mangga indramayu, mangga kueni, dan masih banyak lagi jenisnya.

Pada prinsipnya cara menanam semua jenis mangga di atas adalah sama, namun kali ini akan dibahas mengenai cara menanam mangga harum manis. Mangga ini memiliki buah yang manis, daging mangganya tebal dan biji agak kecil. Sehingga sangat cocok untuk dibudidayakan.

Budidaya mangga harum manis dapat dilakukan dengan biji maupun dengan okulasi/cangkok. Namun jika ingin menghasilkan tanaman mangga yang cepat berbuah maka harus menggunakan sistem cangkok.

Menyiapkan Bibit Mangga

Bibit mangga hasil cangkokan dapat diperoleh dari penjual tanaman buah dan taman, biasanya akan ada varietas mangga harum manis yang sudah jadi. sehingga tidak perlu repot-repot untuk melakukan pencangkokan sendiri. Untuk memilih bibit di penjual bibit, sebaiknya tanyakan secara detail tentang jenis mangga yang akan dibeli, dan pilihlah tanaman yang belum banyak memiliki cabang namun terlihat subur dan tegak batangnya. Keuntungan dari membeli bibit adalah kita tidak perlu repot-repot melakukan pencangkokan, dan bibit yang dibeli bisa langsung ditanam. Sementara jika cangkokan sendiri waktu yang diperlukan akan agak lama.

Keuntungan jika ingin melakukan pencangkokan sendiri adalah kita dapat mengetahui secara pasti kualitas dari pohon yang akan dijadikan bibit, pilihlah pohon mangga yang memiliki buah bagus, tidak terserang hama pada buahnya, dan kualitas cabangnya juga harus yang terlihat subur. Lakukan pencangkokan secara benar, agar menghasilkan bibit yang unggul dan akarnya banyak.

Setelah cangkokan telah memiliki akar, maka dapat dilakukan pemotongan di bagian bawah cangkokan (2-5 cm dari cangkokan). Setelah itu pindahkan ke polybag yang berisi tanah dan pupuk kandang terlebih dahulu. Biarkan sampai 1 bulan agar bibit cangkokan benar-benar tumbuh.

Menyiapkan Lubang

Buatlah lubang dengan ukuran 40 cm x 40cm dengan kedalaman 50 cm. Taburkan pupuk kandang atau kompos setinggi 1/3 bagian. Biarkan lubang untuk beberapa hari (5-7 hari) agar kondisinya stabil akibat penggalian. Saat membuat lubang yang perlu dipertimbangkan adalah area tanam ini tidak tertutupi oleh tanaman lainnya, karena pertumbuhan pohon mangga akan lambat atau bahkan sulit tumbuh jika tidak mendapat sinar matahari yang cukup.

Penanaman Pohon Mangga

Setelah lubang dibiarkan selama 5 hari, bibit mangga sudah siap untuk ditanam. Buka polybag dari bibit secara keseluruhan dengan cara merobek, lakukan secara perlahan agar tanah yang ada di bibit tidak buyar.

Setelah dibuka, masukkan bibit ke dalam lubang, usahakan ditengah lubang. Kemudian tutup lubang dengan sisa tanah galian dengan terlebih dahulu dicampur dengan pupuk kandang atau kompos. Lakukan pemadatan seperlunya, jangan terlalu kencang. Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari sampai bibit benar-benar tumbuh, jika musim hujan penyiraman dapat dihentikan.

Perawatan tanaman mangga

Lakukan perawatan agar tanaman mangga harum manis ini dapat tumbuh dengan maksimal, bersihkan rumput atau gulma yang ada disekitar pohon mangga. Pemupukan sebaiknya diteruskan saat usia tanaman sudah 2 bulan dari penanaman, berikan pupuk kandang kembali (jika memungkinkan hindari penggunaan pupuk kimia).

Pemanenan

Tanaman mangga hasil cangkokan biasanya akan berbuah lebih cepat mengikuti induk dari pohon yang dijadikan bibit dan dipengaruhi oleh iklim atau cuaca di daerah tersebut. Biasanya mangga hasil cangkokan yang ditanam akan membuahkan hasil pada usia 1 tahun -1,5 tahun dari penanaman. Namun ada juga yang lebih cepat tergantung pertumbuhan tanaman dan kualitas bibit.

Itulah beberapa tips cara menanam mangga harum manis agar cepat berbuah, lakukan perawatan yang baik agar tanaman mangga dapat tumbuh maksimal sehingga buahnya cepat dan menghadilkan panen yang banyak.

jengkol

Perhatikan Hal ini Jika Akan Menanam Jengkol


Cara Menanam Pohon Jengkol Yang Benar - Pohon Jengkol atau Jering merupakan tanaman yang menghasilkan buah yang memiliki bau khas, tanaman ini merupakan tanaman jenis polong-polongan dengan bentuk biji yang pipih. Buah jengkol banyak dimanfaatkan sebagai bahan masakan seperti semur atau sambal goreng, dan juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kerupuk. Buah jengkol juga dpercaya dapat menjaga kesehatan jantung dan mencegah diabetes.


Untuk membudidayakan tanaman jengkol dapat dilakukan dengan langkah yang hampir sama dengan cara menanam pohon petai, berikut beberapa langkah cara menanam jengko yang benar.

Menyiapkan Bibit Jengkol

Untuk menanam jengkol dapat dilakukan dengan menggunakan biji (generatif) dan juga dapat dilakukan dengan okulasi (vegetatif). Jika anda menginginkan  pohon jengkol yang cepat berbuah, maka pembibitan sebaiknya dilakukan dengan cara okulasi.

Untuk membuat bibit petai dengan cara okulasi, dapat dilakukan dengan cara yang sama sepertimenanam pohon buah srikaya dan cara menanam pohon nangka. Okulasi dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:
  1. Menyiapkan batang bawah dari hasil semaian biji, atau dari biji jengkol yang tumbuh liar.
  2. Masukkan bibit semaian biji jengkol ke dalam polybag besar.
  3. Carilah tunas dari salah satu pohon jengkol yang sudah berbuah.
  4. Sayat kulit batang pohon jengkol hasil semaian dengan ukuran tertentu.
  5. Sayat juga kulit tunas dari pohon yang sudah berbuah dengan ukuran sama.
  6. Tempelkan sayatan tunas dari pohon yang sudah berbuah ke pohon jengkol hasil semaian yang digunakan sebagai pohon bawah.
  7. Ikatlah dengan menggunakan tali agar kedua sayatan dapat menyatu.

Selain dengan metode okulasi seperti gambar di atas, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan cara sambung pucuk. Namun, jika anda tidak ingin repot maka bibit pohon jengkol dapat diperoleh di penjual bibit tanaman di sekitar tempat tinggal anda.

 Membuat Lubang Tanam

Untuk menanam pohon jengkol atau jering, maka perlu dibuatkan lubang tanam terlebih dahulu sembari menunggu bibit siap ditanam. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 40cm x 40cm dengan kedalaman 40cm. Isi lubang tanam dengan menggunakan pupuk kandang sampai 2/3 bagian terisi. Biarkan lubang tanam selama 1 bulan agar pupuk kandang benar-benar meresap dan menambah unsur hara dalam tanah. Jika anda ingin menanam jengkol dalam jumlah yang banyak, maka buatlah lubang dengan ukuran yang sama pada jarak 5-6 meter dari lubang sebelumnya.

Menanam Bibit Jengkol 

Setelah bibit jengkol atau jering sudah menghasilkan tunas dan sudah mulai tumbuh dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit ke lahan tanam permanen yang telah disiapkan. Buka polybag semaian dengan cara merobek secara perlahan, kemudian masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan.

Tutup kembali lubang dengan menggunakan sisa tanah, kemudian padatkan. Lakukan hal yang sama sampai semua lubang tertanami. Lakukan penyiraman sesaat setelah penanaman selesai dilakukan, namun jika musim penghujan anda tidak perlu melakukan penyiraman. Oleh karena itu, sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan.

Merawat Pohon Jengkol

Pohon jengkol atau jering merupakan tanaman yang tidak memerlukan perawatan khusus, perawatan yang harus anda lakukan hanyalah memastikan rumput atau gulma tidak tumbuh dan menutupi tanaman sehingga menghambat pertumbuhan. Jika anda ingin melakukan pemupukan ulang, maka lakukan pada umur tanaman sekitar 6 bulan setelah penanaman.

Itulah beberapa langkah cara menanam jengkol atau jering dengan biji dan okulasi sehingga menghasilkan pohon jengkol atau jering yang cepat berbuah. Tanaman jengkol atau jering hasil okulasi akan berbuah pada umur sekitar 5 tahun dari penanaman, namun jika anda beruntung maka pohon jengkol atau jering hasil okulasi akan berbuah pada umur 4 tahun.

budidaya nagka

Agar Pohon Nangka Cepat Berbuah, Lakukan Cara Ini



Menyiapkan Lahan Tanam

Pohon nangka adalah pohon yang memerukan ruang tumbuh, serta bentuk batangnya yang rindang. Sehingga lahan tanam untuk ohon nangka sebaiknya lahan yang relatif luas, dan jauhkan dari bangunan rumah, dikhawatirkan akar pohon nangka dapat merusak struktur bangunan rumah.

Buatlah lubang tanam dengan ukuran 60cm x 60cm dengan kedalaman sekitar 50cm - 60cm, isi lubang tanam dengan pupuk kandang sampai 1/2 bagian terisi. Biarkan lubang selama 3 minggu sebelum ditanami agar unsur hara dalam pupuk kandang meresap sempurna dalam tanah.

Jika pohon buah nangka akan dibudidayakan dalam jumlah yang banyak, maka buatlah lubang tanam dengan ukuran yang sama pada jarak sekitar 6-7meter dari lubang yang sebelumnya.

Menanam Bibit Pohon Nangka

Setelah bibit nangka siap tanam, maka langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit pohon nangka dekat lubang tanam yang telah dibuat. Robek polybag semaian secara perlahan agar tanah semaian tidak hancur, kemudian masukkan pangkal bibit nangka ke dalam lubang tanam yang telah disediakan. Tutup  lubang dengan tanah sisa galian yang ada di dekat lubang. Padatkan dengan cara menginjak secara perlahan-lahan. Lakukan penyiraman setelah semua bibit nangka selesai ditanam.

Penanaman nangka sebaiknya dilakukan pada awal musin hujan agar tidak perlu repot melakukan penyiraman.

Merawat Pohon Nangka 

Perawatan yang dilakukan adalah dengan membersihkan rumput atau tanaman perdu yang tumbuh disekitar pohon nangka, kemudian lakukan pemupukan ulang pada umur tanaman sekitar 6 bulan dengan menggunakan pupuk kandang.
buah nangka, nangka mini

Pembasmian hama juga perlu dilakukan jika pohon nangka diserang hama, lakukan penyemprotan dengan menggunakan insectisida dengan takaran sesuai yang dianjurkan pada kemasan.

Masa Panen Buah Nangka

Pohon nangka yang dibudidayakan dari biji, akan menghasilkan buah pada umur tanaman sekitar 7-10 tahun, namun jika bibit nangka hasil okulasi akan menghasilkan buah pada umur 5 tahun. Pemanenan dilakukan jika buah sudah masak yang ditandai dengan muncul bau harum dan juga ukuran duri-duri pada kulit nangka sudah mulai membesar.

Itulah beberapa langkah sederhana cara menanam pohon buah nangka dari biji dan secara okulasi agar cepat menghasilkan buah. Saat ini sudah banyak dikembangkan bibit pohon nangka mini yang dapat ditanam dalam pot dan juga dapat menghasilkan buah dalam usia tanam sekitar 2 tahun saja. Tentunya ini menjadi kabar baik bagi para pecinta tanaman, tidak perlu menunggu terlalu lama untuk dapat menikmati pohon nangka yang cepat berbuah.

Selasa, 15 Maret 2016

pupuk dari urin ternak

Memperoleh Manfaat Luar Biasa dari Fermentasi Urin Ternak

 
 
 
 
 
 
24 Votes

urine-therapyMendengar kata urin, urine, air seni, atau air kencing yang terlintas dalam pikiran kita adalah aromanya yang bau, kotor, najis, dan harus dibuang atau dibersihkan….hehe, memang persepsi tersebut tidak lah salah..

Urin, air seni, air kencing

urineUrin memang salah satu produk ‘buangan’ yang harus dibuang dari tubuh. Nah, sebelum melangkah lebih jauh, apa sih definisi dari urin itu sendiri ? Apabila kita ingin mengetahui definisi ilmiah-nya, menurut beberapa sumber ilmu biologi yang dapat dipercaya dan saya peroleh (salah satunya dari wikipedia), Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darahyang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis (ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan dinamis dalam organisme secara konstan) cairan tubuh. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter (saluran) menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.

Komposisi Urin

Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisal. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumbernitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos atau pupuk organik.

Pemanfaatan Urin

Meskipun sebagai ‘produk buangan’, ternyata urin sejak dulu sudah banyak dimanfaatkan umat manusia. Urin manusia sudah lama dimanfaatkan dalam ‘terapi urin’, untuk pengobatan, pembersih luka, sampai untuk kosmetika (waduh…)
Pemanfaatan urin hewan ternak, sejak dulu telah dilakukan pula oleh bangsa Jepang untuk dijadikan pupuk. Dalam urin hewan ternak,  ternyata berdasarkan penelitian misalnya dalam urin kambing sudah mengandung Nitrogen 36,9 – 37,31 %, Fosfat 16,5 – 16,8 ppm, dan Kalsium 0,67 – 1,27 %. Komposisi ini mirip dengan komposisi pupuk SP-36.
Berdasarkan penelitian pula, 2 (dua) kilogram pupuk urea ternyata setara dengan 2,5 liter pupuk dari hasil fermentasi urin kambing….wow. Dan berdasarkan data, rata-rata seekor kambing/domba  dapat menghasilkan 2,5 liter urin per hari…waw.  Dengan demikian, bagi para petani dan peternak akan banyak manfaat yang dapat diperoleh dari limbah ternak berupa urin ini.  Petani dapat lebih mandiri dan melepaskan ketergantungan terhadap pupuk kimia buatan/anorganik.
Berikutnya, mari kita bahas secara ringkas cara menghasilkan pupuk cair dari urin melalui proses fermentasi tersebut.

Fermentasi Urin dengan menggunakan SOT HCS

Fermentasi Urin bertujuan menghasilkan pupuk cair dengan bahan dasar urin dengan komposisi yang dihasilkan menjadi lebih baik. Salah satu dari reaksi positif yang terjadi dari fermentasi ini adalah adanya pengikatan Nitrogen yang lebih tinggi oleh mikroba selain sebagai dekomposer.
Dengan difermentasi, bau khas urin juga akan hilang karena berkurangnya jumlah gas amoniak, fermentasi dengan SOT juga dapat menekan pertumbuhan jamur dan bakteri yang merugikan tanaman, tetapi dapat hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik, dan mikroorganisme bermanfaat lainnya.

Proses Fermentasi Urin

Alat dan Bahan :

  1. Tong plastik bertutup atau bisa memanfaatkan ember bekas cat tembok
  2. Gelas ukur atau gayung 1 liter
  3. Pengaduk
  4. Masker bila perlu (untuk yang tidak biasa dengan aroma urin…hehehe)
  5. Sarung tangan plastik
  6. SOT HCS
  7. Gula Pasir

Resep :

Berikut adalah resep perbandingan kebutuhan bahan-bahan :
  1. Urin ternak (kelinci, kambing, sapi)  : 10 liter
  2. SOT HCS     :   100 ml (± 10 tutup botol SOT HCS)
  3. Gula pasir  :   2 (dua) sendok makan
Cara Kerja :
  1. Masukkan urin yang akan difermentasi ke dalam tong plastik.
  2. Ambil dan masukkan ± 500 ml urin ke dalam gelas ukur atau gayung, masukkan SOT HCS dan gula pasir, kemudian aduk sampai larut.
  3. Larutan SOT HCS tersebut kemudian masukkan ke dalam tong plastik yang telah berisi urin.
  4. Aduk larutan urin sehingga larutan SOT HCS tercampur dan larut dengan sempurna.
  5. Tutup tong plastik dan biarkan fermentasi berlangsung selama 1 x 24 jam
  6. Setelah selesai buka penutup dan biarkan dulu. fermentasi yang berhasil ditandai dengan terjadinya perubahan terutama aroma yang sudah tidak berbau urin lagi.
  7. Pupuk hasil fermentasi urin siap digunakan.
  8. Pupuk hasil fermentasi urin ini akan lebih baik lagi bila memanfaatkan urin dari hewan ternak yang telah menerapkan pola HCS dalam pemeliharaannya.

Aplikasi Pupuk Hasil Fermentasi Urin

Pupuk diaplikasikan dengan mencampurnya ke dalam air, berikut adalah beberapa cara aplikasi untuk tanaman dengan cara penyemprotan atau dikocorkan

1. Penyemprotan

Dosis urin hasil fermentasi untuk setiap tanki semprot (kapasitas ± 14 liter) :
  • Urin Kelinci       :  250 ml   (atau setara ukuran 1 gelas air mineral)
  • Urin Kambing   :  750 ml   (setara ukuran 3 gelas air mineral)
  • Urin Sapi           :  1500 ml (setara ukuran 6 gelas air mineral)
Cara Pencampuran :
  • Hasil Fermentasi sesuai dosis perbandingan diatas dimasukkan ke dalam Tangki semprot.
  • Tambahkan 8 tutup SOT (yang telah dilarutkan dalam 1 liter urin bersama gula)
  • Tambahkan air hingga tanki semprot penuh
  • Biarkan 15 menit sebelum larutan digunakan
  • Baru kemudian gunakan untuk menyemprot tanaman

2. Dikocorkan

Pupuk juga bisa langsung dikocor atau dikucurkan langsung ke bagian akar tanaman dengan dosis sebagai berikut (dosis dengan urin dari kambing, urin dari hewan lain tinggal lihat perbandingan di atas) :
  • Tanaman Kecil ( tomat, lombok, mentimun, pare, kacang, dll ). Dikocor pada bagian akar  ± 1/4 gelas air mineral.
  • Tanaman Besar ( mangga, jambu, belimbing, asem, klengkeng, dll ). Lakukan pengocoran pada bagian akar 1 – 2 gelas air mineral (250 – 500 ml)
Demikian secara singkat cara pemanfaatan urin ternak untuk dijadikan pupuk melalui proses fermentasi.  Fermentasi urin ini diharapkan dapat lebih mengurangi ketergantungan kita terhadap pupuk kimia dan dapat menekan biaya untuk membeli pupuk.
Aplikasi ini akan sangat luar biasa hasilnya bila secara terpadu kita aplikasikan pula dengan penggunaan pupuk bokashi dan SOT HCS secara langsung.
Ok, sekian dan semoga bermanfaat…..


sumber : dari berbagai sumber

budidaya pepaya

PEREMAJAAN TANAMAN PEPAYA DENGAN PEMANGKASAN BATANG
Oleh : Tri Budiyanti, Sunyoto, Noflindawati dan Dewi Fatria
Tanaman pepaya merupakan herba menahun dan tingginya mencapai 8 m. Batang tak berkayu, bulat, berongga, bergetah dan terdapat bekas pangkal daun. Pepaya mempunyai ukuran genom yang kecil dan terdiri dari 9 pasang kromosom. Hal ini kemungkinan menyebabkan pertumbuhan batang peralihan antara herba dan berkayu (Ming et al. 2008)
Produksi tanaman pepaya yang berumur lebih dari  3 tahun sudah mulai menurun dan tajuk tanaman sangat tinggi sehingga kesulitan pada saat panen buahnya. Peremajaan  tanaman dapat dilakukan dengan menanam bibit yang baru, selain itu dapat juga melalui pemangkasan batang dan diikuti  perawatan tunas anakan yang baru tumbuh. Pada beberapa waktu yang lalu pernah kami muat tentang tanaman pepaya hasil rejuvinasi (kilk sini), kali ini akan disajikan bagaimana teknik peremajaan pepaya.
Beberapa jenis pepaya mempunyai jumlah buah dan produksi  yang berbeda-beda. Berdasarkan data diskripsi varietas pepaya Callina mempunyai jumlah buah per empat bulan sebanyak 48-52 buah dan produksi 69,1 – 78,9 ton/ha/empat bulan. Pepaya Carisya dengan ukuran buah kecil  mempunyai jumlah buah per empat bulan sebanyak 48-52 buah/pohon/empat bulan dan produksi 28-40ton/ha/empat bulan. Pepaya Merah Delima dengan ukuran buah sedang mempunyai jumlah buah per empat bulan sebanyak 60-80 buah dan produksi 86 – 100 ton/ha per empat bulan. Namun produksi tersebut akan menurun sangat tajam saat tanaman berumur lebih dari dua tahun.
Pertumbuhan tinggi batang pepaya sangat cepat sehingga pada umur 2 tahun mempunyai tinggi 2-3 meter.Tanaman yang terlalu tinggi menyebabkan kesulitan saat panen buah. Oleh karena itu biasanya setelah berumur 2 tahun tanaman pepaya  ditebang dan ditanam ulang. Peluang rejuvinasi dengan pemangkasan batang yang sudah tua dapat dilakukan pada tanaman pepaya yang produksinya sudah rendah. Batang pepaya yang dipangkas akan menghasilkan  tunas-tunas baru dan dapat berbuah kembali. Peremajaan pepaya dengan cara ini di Quensland Utara disebut denganratooning.Tujuan ratooning pepaya untuk mengatasi serangan busuk akar, mengantisipasi siklon angin kencang dan mempercepat waktu produksi (Blair 2003). Penelitian Budiyanti et al 2014, menunjukkan peremajaan tanaman pepaya dengan pemangkasan batang diikuti dengan pemeliharaan dua cabang yang baru tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas buah beberapa genotipe  pepaya. Jumlah buah per pohon dari jenis pepaya yang mempunyai ukuran buah kecil tidak berbeda nyata antara sebelum pemangkasan dan sesudah pemangkasan. Tetapi pada jenis pepaya berukuran buah besar, jumlah buah setelah pemangkasan lebih sedikit dibanding sebelum pemangkasan. Tingkat kemanisan (PTT) buah dari tujuh genotipe pepaya yang diuji hampir sama yaitu antara 12-13o brix dimana tidak terdapat perbedaan antara sebelum pemangkasan dan sesudah pemangkasan.
TEKNIK PELAKSANAAN:
  1. Dipilih tanaman pepaya yang sudah berumur lebih dari dua tahun dan tidak produktif
  2. Pangkas batang pepaya setinggi 0,5 meter dari permukaan tanah.
  3. Olesi bagian yang dipangkas dengan fungisida dan ditutup bagian atas batangnya dengan plastik
  4. Setelah 1-2 bulan akan tumbuh beberapa tunas pada batang tersebut.
  5. Tunas yang tumbuh tersebut dipelihara 2 tunas, sedang tunas lainnya dibuang. Pilih cabang/tunas yang letaknya saling berhadapan dan pertumbuhannya terbaik.
  6. Perawatan tanaman dilakukan dengan pemupukan, penyiraman yang intensif pada awal pertumbuhan serta pengendalian hama dan penyakit dilakukan jika diperlukan.
  7. Setelah berumur 3-4 bulan setelah pemangkasan, tanaman akan berbunga dan umur 8-9 bulan setelah pemangkasan sudah panen buah pertama

Pilih pohon yang berumur lebih dari 2 tahun


Pangkas batang dan disisakan setinggi ± 0,5 m kemudian diolesi dengan fungisida (kiri)
dan ujung batang ditutup plastik (kanan)


Umur 2 bulan dipilih tunas yang tumbuh berhadapan dan vigor (kiri) Umur 3 bulan sudah berbuah (kanan)


Umur 1 tahun setelah pemangkasan batang


Tanaman hasil peremajaani siap dipanen

cara membuat EM4

Cara Mudah Membuat EM-4 (Effective Microorgasims-4)

TUGAS INDIVIDU
MATA KULIAH : NILAI DAN ETIKA LINGKUNGAN

NAMA :  DEBY UTAMI SISKA ARIANI
NPM    :  12.13101.11.05
EMAIL :  usa.dbee@gmail.com
ALAMAT BLOG :  www.debyuta.blogspot.com


Tugas pembuatan Effective Microorganisms 4 (EM-4)


APA ITU EM 4... ??
Waahh... setelah mengikuti mata kuliah “Etika dan Nilai Lingkungan” tgl 24 Mei 2013 kemarin, saya mulai cari-cari info tentang EM-4. Apa sih EM4 itu? Sampe-sampe kami diberi tugas untuk mencoba membuatnya. Setelah saya menelusuri google, akhirnya saya sudah mendapatkan beberapa artikel maupun tulisan-tulisan mengenai EM-4 ini, dan ternyata saya sangat tertarik untuk mencobanya. Alhamdulillah, saya berhasil.. ;) Mau tau cara yang sangat mudah membuat EM-4 ini..!! eitt... nanti dulu, sebelum mencoba membuat cairan ajaib ini, ada baiknya kita mengetahui “Apa itu EM-4?” 
EM-4 merupakan suatu cairan berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam(segar) yang di dalamnya berisi campuran beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan bagi proses penyerapan/persediaan unsur hra dalam tanah. Kegunaannya banyak sekali, tidak hanya untuk pertanian saja, tapi bisa juga untuk keperluan rumah tangga, sebut saja.. untuk WC yang bau, kandang ayam yang bau, kandang kelinci, kambing, darah ikan/ayam, di mana-mana yang bau..got, tempat jual ayam dll

Pada tahun 1980-an, Prof. Dr. Teruo Higa dari University of The Ryukus, Okinawa, Jepang telah mengadakan penelitian terhadap sekelompok mikroorganisme yang dengan efektif dapat bermanfaat dalam memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman. Kelompok mikroorganisme tersebut disebut dengan Effective Microorganismsyang disingkat EM.

Teknologi EM dikembangkan untuk menunjang pembangunan pertanian ramah lingkungan, menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan sistem alami yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tanah, mengurangi biaya produksi dan menghasilkan bahan pangan yang bebas bahan kimia sehingga bersih dan sehat untuk di konsumsi.

Teknologi EM yang sudah mulai akrab dengan masyarakat adalah Effective Microorganisms-4 biasa disingkat EM-4 adalah suatu kultur campuran beberapa mikroorganisme yang dapat digunakan sebagai inokulan mikroba yang berfungsi sebagai alat pengendali biologis. Mikroorganisme tersebut berfungsi dalam lingkungan hidup tanaman sebagai penekan dan pengendali perkembangan hama dan penyakit.
EM-4 mengandung beberapa mikroorganisme utama yaitu bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, Ragi ( yeast ), Actinomycetes dan jamur fermentasi.

1.    Bakteri Fotosintetik ( Rhodopseudomonas sp. )
Bakteri ini adalah mikroorganisme mandiri dan swasembada. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa bermanfaat dari sekresi akar tumbuhan, bahan organik dan gas-gas berbahaya dengan sinar matahari dan panas bumi sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaat yang terbentuk anatara lain, asam amino asam nukleik, zat bioaktif dan gula yang semuanya berfungsi mempercepat pertumbuhan
Hasil metabolisme ini dapat langsung diserap tanaman dan berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganisme lain sehingga jumlahnya terus bertambah
2.    Bakteri asam laktat ( Lactobacillus spp. )
Dapat mengakibatkan kemandulan ( sterilizer) oleh karena itu bakteri ini dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan; meningkatkan percepatan perombakan bahan organik; menghancurkan bahan organik seperti lignin dan selulosa serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan fusarium, yaitu mikroorganime merugikan yang menimbukan penyakit pada lahan/ tanaman yang terus menerus ditanami.
3.    Ragi / Yeast ( Saccharomyces spp. )
Melalui proses fermentasi, ragi menghasilkan senyawa-senyawa bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organik dan akar-akar tanaman. Ragi juga menghasilkan zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim untuk meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. Sekresi Ragi adalah substrat yang baik bakteri asam laktat dan Actinomycetes.
4.    Actinomycetes
Actinomycetes menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Zat-zat anti mikroba ini menekan pertumbuhan jamur dan bakteri.
Actinomycetes hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik bersama-sama menongkatkan mutu lingkungan tanah dengan cara meningkatkan aktivitas anti mikroba tanah.
5.    Jamur Fermentasi
Jamur fermentasi ( Aspergillus dan Penicilium ) menguraikan bahan secara cepat untuk menghasilkan alkohol, ester dan zat-zat anti mikroba. Pertumbuhan jamur ini membantu menghilangkan bau dan mencegah serbuan serangga dan ulat-ulat merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya. 

Tiap species mikroorganisme mempunyai fungsi masing-masing tetapi yang terpenting adalah bakteri fotosintetik yang menjadi pelaksana kegiatan EM-4 terpenting. Bakteri ini disamping mendukung kegiatan mikroorganisme lainnya, ia juga memanfaatkan zat-zat yang dihasilkan mikroorganisme lain.

Secara umum manfaat Teknologi EM-4 dalam bidang pertanian adalah sebagai berikut :

1.    Memperbaiki sifat biologis, fisik dan kimia tanah
2.    Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
3.    Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi
4. Menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian berwawasan lingkungan
5. Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah.

Aplikasi Teknologi EM-4
EM-4 dikulturkan dalam bentuk medium cair berwarna coklat dalam kondisi dorman.
Pada saat disemprotkan ke dalam tanah atau tubuh tanaman (proses inokulasi) EM-4 secara aktif memfermentasikan bahan organik (sisa-sisa tanaman, pupuk hijau, pupuk kandang dll )
Hasil fermentasi dapat diserap langsung oleh perakaran tanaman, misalnya gula, alkohol, asam amino, protein, karbohidrat dan senyawa organik lainnya
Selain itu, EM-4 merangsang perkembangan mikroorganisme yang menguntungkan tanaman; melindungi tanaman dari serangan penyakit sehingga pada akhirnya dapat menyuburkan tanah, meningkatkan produktifitas tanaman dengan biaya minimal.
Selain dapat di aplikasikan untuk pertanian, EM-4 juga dapat di aplikasikan ke bidang yang lain, seperti peternakan, perikanan, maupun produk rumah tangga.

Aplikasi EM-4 Di Bidang Peternakan
 


Manfaat :
  1. Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.
  2. Mengurangi stres pada ternak
  3. Menyehatkan ternak
  4. Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak
  5. Meningkatkan nafsu makan ternak
  6. Menekan penyakit pada ternak
  7. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak

Aplikasi EM-4 Di Bidang Perikanan
Manfaat :
  1. Memperbaiki mutu air tambak.
  2. Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa organik yang bermanfaat.
  3. Menekan serangan mikroorganisme patogen.
  4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak.
  5. Menekan hama dan penyakit.





Nah... banyak banget khan manfaat-nya. Yukk.. ikut saya untuk mencoba salah satu cara membuat cairan EM-4 ini...

Langkah pertama kita siapkan terlebih dahulu bahan-bahannya, sederhana kok mudah didapat di sekitar kita.

Bahan-bahan :
-    Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
-    Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
-    Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
-    Kacang panjang segar 0,25 kg
-    Kangkung air segar 0,25 kg
-    Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
-    Gula pasir 1 kg
-    Air tuak dari nira / Air kelapa 0,5 liter

Cara Pembuatan :
1.    Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.

2.    Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.


3.  Campurkan gula pasir dan tuak/air kelapa dalam ember tadi dan aduk hingga rata.

4.    Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari

5.    Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
6.    Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. 

Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.
Bagaimana..?? mudah bukan membuat EM-4 ini, daripada kita harus membeli EM-4 ini di toko seharga Rp. 25.000,00 per 1L/botol, kita bisa membuatnya dengan harga kurang dari Rp. 20.000,00 untuk ±3L EM-4. Ehmm... bisa dijadikan alternatif untuk membuka usaha nich.. 
Kalian juga bisa membuat EM-4 ini dengan bahan dan cara yang berbeda, klik aja ke alamat ini yaa,,, 
http://suplirahim1960.blogspot.com/2013/05/membuat-em4-plus-labelnya.html 
SELAMAT MENCOBA YA...